Palembang, rakyatpembaruan.com-
Universitas Sriwijaya (UNSRI) menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak bagi masyarakat melalui penyampaian platform Smart Health berbasis Cyber Physical System (CPS) dan Internet of Things (IoT) kepada Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, pada Rabu (8/7/2026).
Penyerahan berlangsung di sela kegiatan Seminar Nasional Registrasi Kanker se-Sumatera Selatan, sebuah acara strategis kerja sama antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), RSMH, dan Islamic Development Bank (ISDB).

Platform Smart Health merupakan hasil penelitian berkelanjutan Tim Fakultas Ilmu Komputer UNSRI yang dirancang untuk mendukung transformasi layanan kesehatan digital melalui integrasi teknologi cerdas dengan sistem informasi rumah sakit. Inovasi ini menjadi salah satu implementasi nyata program UNSRI sebagai Kampus Berdampak, yang mendorong hasil penelitian perguruan tinggi dapat dihilirisasikan dan dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat serta industri dunia, khususnya sektor kesehatan.
Penyerahan prototipe perangkat dilakukan secara simbolis oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSRI, Prof. Muhammad Said, M.Si., yang menonton Sekretaris LPPM, Prof. Yuanita Windusari, S.Si., M.Si., didampingi Kepala Departemen Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer UNSRI, Dr. Sutarno, MT Perangkat diterima oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSMH, dr. Paryanto, Sp.OG., MARS, bersama Direktur Layanan Operasional RSMH, dr. Rahmadian, MKM
Ketua LPPM UNSRI, Prof. Muhammad Said, M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan institusi pelayanan kesehatan dalam mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan.
“Kolaborasi ini menjadi salah satu implementasi nyata program UNSRI sebagai Kampus Berdampak, yang mendorong hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat diimplementasikan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri, termasuk sektor layanan Kesehatan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Layanan Operasional RSMH melakukan uji coba langsung terhadap platform Smart Health. Data dari parameter keenam (Saturasi Oksigen, Denyut Jantung, Tekanan Darah, Suhu Tubuh, Tinggi Badan dan Berat Badan) langsung terkirim ke platform SIMRS RSMH melalui SSO.
“Dengan interkoneksi ini, membuat dokter dan perawat tidak perlu lagi memasukkan data pasien secara manual dari kertas ke komputer. Platform pintar ini dirancang untuk mendukung deteksi dini kondisi kesehatan serta pemeriksaan kesehatan mandiri secara digital,” katanya.
Kepala Departemen Sistem Komputer Ilmu Komputer UNSRI, Dr. Sutarno, MT didampingi Tim peneliti dan pengembang Adi Hermansyah. MT serta Tim Pengembang lainnya menjelaskan bahwa semua mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dan IoT, alat ini mampu mengukur enam parameter kesehatan esensial sekaligus secara real-time. Semua data sensorik diproses oleh algoritma AI untuk memberikan gambaran klinis yang instan dan data dapat dikirim ke sistem lain / platform digital lainnya.
“Singkatnya, gambaran klinis yang instan dan akurat tentang kondisi awal pasien sehingga mereka memasuki area Graha Eksekutif dapat tersaji untuk tahap selanjutnya,” papar Dr. Sutarno. MT kepada seluruh peserta yang hadir.
Platform pemanfaatan Smart Health ini juga selaras dengan visi RSMH Palembang dalam mewujudkan Smart Hospital, yakni rumah sakit yang mengoptimalkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, serta pengalaman layanan melalui sistem kesehatan yang terintegrasi.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, rumah sakit, pemerintah, dan mitra pembangunan internasional, diharapkan alat pintar berbasis IoT seperti Smart Health dapat menjadi bagian dari percepatan transformasi digital layanan kesehatan di Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem hasil penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
Hadirnya inovasi dari UNSRI ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi hasil penelitian UNSRI mampu menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya di Sumatera Selatan dan Indonesia pada umumnya.
(adi/rp)(Ara_Humas)
