Palembang, rakyatpembaruan.com-
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dengan menetapkan lima mahasiswa terbaik sebagai peserta SEA-Teacher Program 2026. Melalui program ini, para mahasiswa akan menjalani praktik mengajar selama satu bulan di (MMSU), Filipina, sekaligus menjadi duta Universitas Sriwijaya dan Indonesia di tingkat internasional.
Pelaksanaan seleksi berlangsung melalui wawancara dan Unjuk Kebolehan Calon Peserta SEA-Teacher Program 2026 yang diselenggarakan di lingkungan FKIP Universitas Sriwijaya. Kegiatan ini menjadi tahap akhir dalam menentukan mahasiswa terbaik yang akan mewakili Universitas Sriwijaya untuk melaksanakan praktik mengajar di Filipina.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Sriwijaya sekaligus Koordinator SEA-Teacher Program, Dr. Rita Inderawati, M.Pd. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si., serta Dr. Meilinda, M.Pd., selaku Sie Tracer Study dan Pendataan Alumni yang mewakili Direktur Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni Universitas Sriwijaya.
Dalam sambutannya, Dr. Rita Inderawati menegaskan bahwa SEA-Teacher bukan sekadar program praktik mengajar di luar negeri, tetapi merupakan wahana untuk membentuk calon guru yang memiliki kompetensi global, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta karakter kepemimpinan.
“Hari ini kami tidak hanya memilih mahasiswa yang akan berangkat ke luar negeri. Kami sedang memilih duta FKIP Universitas Sriwijaya dan Indonesia yang akan memperkenalkan kualitas pendidikan, budaya, dan karakter bangsa kepada masyarakat internasional,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa para peserta terpilih nantinya tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Universitas Sriwijaya dan Indonesia selama menjalankan praktik mengajar di sekolah-sekolah – sekolah luar negeri
Seleksi tahun ini menjadi sangat istimewa karena melibatkan investor internasional sebagai panelis wawancara. FKIP UNSRI menghadirkan Prof. Jeanette dari Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, yang juga merupakan perguruan tinggi tujuan para peserta terpilih.
Sementara itu, Prof. Karen dari Afrika Selatan juga dijadwalkan menjadi panelis. Namun, karena perbedaan zona waktu yang cukup signifikan antara Indonesia dan Afrika Selatan, Ia belum dapat bergabung dalam sesi wawancara. Meskipun demikian, Prof. Karen tetap menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan SEA-Teacher Program FKIP UNSRI.
Menurut Dr. Rita, keterlibatan panelis internasional menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses seleksi sekaligus memperkuat kerja sama internasional yang telah terjalin antara UNSRI dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri.
Pada kesempatan tersebut, Hasbi Thaufik Oktodila, M.Hum. menjelaskan mekanisme seleksi kepada seluruh peserta. Ia menyampaikan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif melalui tahapan administrasi, wawancara, dan unjuk kebolehan.
Aspek yang dinilai meliputi kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, pemahaman mengenai SEA-Teacher Program, motivasi mengikuti program, kemampuan mengajar, komitmen sebagai peserta, hingga kemampuan menampilkan bakat yang dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa terpilih memiliki kompetensi akademik yang baik, karakter yang kuat, kemampuan berkomunikasi secara internasional, dan kesiapan menjadi representasi terbaik Universitas Sriwijaya di kawasan ASEAN,” jelasnya.
Ketua Panitia SEA-Teacher Program 2026, Dr. Farhan Yadi, ST, M.Pd., yang juga merupakan Tim Satgas Wakil Dekan I dan Koordinator Program Studi Pendidikan Teknik, memberikan motivasi kepada seluruh peserta Mesin dan panitia agar terus menjaga semangat kolaborasi dan profesionalisme.
“SEA-Teacher merupakan program yang membawa nama baik Universitas Sriwijaya di tingkat internasional. Oleh karena itu, setiap peserta harus menunjukkan integritas, profesionalisme, kemampuan akademik, serta sikap yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia. Kami berharap mahasiswa terpilih dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil kesempatan belajar dan mengajar di tingkat global,” ungkap Dr. Farhan.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program internasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu peserta, tetapi juga oleh sinergi seluruh pihak, mulai dari pimpinan fakultas, panitia, universitas mitra, hingga sekolah mitra yang menjadi tempat praktik mengajar.
Berdasarkan hasil penilaian akhir, lima siswa berhasil meraih nilai tertinggi dan ditetapkan sebagai peserta utama SEA-Teacher Program 2026, yaitu: Dia Oktarina Gumanti (Program Studi Pendidikan Fisika), Faiza Naurah (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris), Amelia Putri Utami (Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini), Elsa Yutri Melinda (Program Studi Bimbingan dan Konseling), dan Sultan Allazi Fikri (Program Studi Pendidikan Sejarah).
Selanjutnya, kelima siswa tersebut akan mengikuti rangkaian Pre-Departure Orientation, pembekalan akademik, pelatihan komunikasi lintas budaya, serta penyelesaian administrasi sebelum diberangkatkan ke Mariano Marcos State University (MMSU) dan sekolah-sekolah mitra di Filipina untuk melaksanakan praktik mengajar selama satu bulan.
Melalui SEA-Teacher Program 2026, FKIP UNSRI kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak calon guru yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat posisi Universitas Sriwijaya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring pendidikan internasional di kawasan ASEAN. (adi/rp)(Ara_Humas)