Bantentv.com – Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. IHSG melemah 19,17 poin atau 0,30 persen ke level 6.315,31, setelah sebelumnya sempat bergerak di zona hijau sepanjang sebagian besar sesi perdagangan.
Pelemahan menjelang penutupan terjadi di tengah aktivitas transaksi yang cukup ramai. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi mencapai Rp23,94 triliun, dengan volume perdagangan 63,32 miliar saham dalam 3,19 juta kali transaksi.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 321 saham menguat, 299 saham melemah, dan 176 saham ditutup stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp11,085 triliun.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor berakhir di zona merah. Sektor industri menjadi pemberat utama setelah turun 1,32 persen, disusul barang konsumen non-primer yang melemah 1,16 persen, serta sektor keuangan yang terkoreksi 0,89 persen.
Di sisi lain, tujuh sektor berhasil menguat. Sektor properti memimpin kenaikan dengan penguatan 3,13 persen, diikuti barang konsumen primer yang naik 1,56 persen, serta sektor energi yang menguat 1,52 persen.
Peraih Teratas dan Pecundang Teratas
Sejumlah saham mencatatkan kinerja positif di tengah pelemahan indeks pada Kamis, 23 Juli 2026. PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) memimpin daftar top gainers setelah naik 10,6 persen ke Rp376.
Penguatan juga dibukukan PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) yang meningkat 9,8 persen menjadi Rp470, serta PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) yang naik 9,0 persen menjadi Rp121.
Sementara itu, saham yang masuk jajaran top Losers dipimpin PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) turun 6 persen menjadi Rp845.
Disusul PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang melemah 5,1 persen menjadi Rp1.410, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang terkoreksi 4,8 persen menjadi Rp2.170.
Pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah sentimen, mulai dari arah kebijakan suku bunga global, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga rilis kinerja keuangan emiten yang diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.
Editor AF Setiawan