Serang, Bantentv.com – Sosialisasi Program Bangga Kencana bersama mitra kerja diadakan di KPRI Langgensari, Desa Karyawangi, Kecamatan Pulo Sari, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terkait pembangunan keluarga, kependudukan, dan rencana keluarga sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program ini juga diarahkan untuk mendukung percepatan penurunan stunting serta pengentasan kemiskinan berbasis keluarga yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan BKKBN Provinsi Banten, BAPPEDA Kabupaten Pandeglang, Dinas OPD KB Kabupaten Pandeglang, BP TASKIN, Kepala Desa Karyawan, Kapolsek Pulo Sari, para pendamping dan kader KB, serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Karyawangi, Ade, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi di wilayahnya. Ia berharap program yang disampaikan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi desa kami. Kami berharap program-program yang disosialisasikan dapat membawa masyarakat ke arah yang lebih baik dan lebih maju,” ujarnya.
Baca Juga: Ratu Zakiyah Kampanye di Jawilan, Sampaikan Program Mengentaskan Pengangguran
TA BP TASKIN, Samson, menekankan bahwa keluarga yang sehat dan sejahtera merupakan kunci dalam membentuk generasi yang cerdas dan mandiri.
Ia menyebut Program Bangga Kencana memiliki keterkaitan erat dengan BP TASKIN, terutama dalam aspek pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
“Pulo Sari berpotensi menjadi pilot project pengentasan kemiskinan berbasis komoditas lokal,” katanya pada 13 Desember 2025.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi, menjelaskan bahwa Kemendukbangga menghadirkan berbagai program quick win yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari percepatan penurunan stunting hingga penguatan peran keluarga.
“Program-program ini dirancang agar negara benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.
Perwakilan BAPPEDA Kabupaten Pandeglang, Suci, menyoroti pentingnya pemanfaatan bonus demografi secara optimal.
Menurutnya, tanpa intervensi yang tepat, kondisi tersebut justru berpotensi menimbulkan permasalahan sosial, termasuk kemiskinan.
“Program Bangga Kencana berperan strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga, menekan kemiskinan, dan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul,” jelasnya.
Kepala Dinas OPD KB Kabupaten Pandeglang menambahkan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga. Ia juga menyoroti tingginya angka perceraian yang sebagian besar dipicu oleh faktor ekonomi.
“Kemiskinan harus diselesaikan melalui pemberdayaan. Ketika keluarga berani bergerak dan didorong dengan program yang tepat, maka kualitas hidup akan meningkat,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai perencanaan keluarga, pengasuhan anak yang berkualitas, serta peran strategi keluarga dalam pembangunan.
Ke depan, sinergi antara BKKBN, pemerintah daerah, BP TASKIN, dan masyarakat diharapkan semakin kuat untuk menekan kemiskinan dan menciptakan keluarga yang tangguh, sejahtera, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Editor Siti Anisatusshalihah