Bantentv.com – Hujan dengan intensitas tinggi selama satu hari ini mengakibatkan beberapa kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Selatan terendam banjir pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Di Kabupaten Balangan, luapan air dengan cepat menenggelamkan pemukiman warga, hingga mencapai ketinggian atap rumah.
Banjir ini juga terjadi di beberapa desa di Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong. Ketinggian udara bervariasi, dari setengah badan orang dewasa hingga hampir menutup seluruh bangunan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari media lokal di Kalimantan, Desa Mayanau diberitakan menjadi wilayah terdampak paling parah.
Sejumlah video yang beredar di media sosial juga menampilkan warga bertahan di tempat tinggi dan menaiki atap rumah untuk menyelamatkan diri.
Seorang warga menyebut air terus naik dan mulai masuk ke rumah-rumah penduduk. Warga lain melaporkan udara telah mencapai atap rumah dan meminta PLN memutus aliran listrik karena khawatir tersengat arus.
Banjir ini juga mengganggu akses transportasi, di mana jalan penghubung Mandingin–Batu Hitam di kawasan Gambah juga terendam udara. Kendaraan yang melintas pun dilaporkan terendam hingga separuh badan kendaraan.

Sementara itu, di Kabupaten Banjar, sejumlah desa di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Astambul, Karang Intan, Martapura Timur, dan Martapura juga terdampak banjir.
Seperti di Desa Jawa Laut, berdasarkan data yang dihimpun Pemerintah Desa (Pemdes) Jawa Laut, jumlah rumah yang terdampak banjir di sembilan RT terdata 654 unit yang memiliki 752 Kepala Keluarga (KK) dan 1.943 jiwa dengan ketinggian udara bervariasi dari 10 cm – 135 cm.
“Saat ini sebagian warga di RT11 sudah ada yang mengungsi di SDN Jawa Laut 2, dan untuk jemaah haul yang menginap di rumah warga yang berada di dataran rendah sudah kita pindahkan, karena banjir air meninggi cukup cepat,” ujar Kepala Lingkungan (Kaling) 1 Desa Jawa Laut Abdussalam dikutip dari media nasional.
Hal yang sama juga diungkapkan salah satu warga di Desa Tunggu Irang, pasca diguyur hujan satu malam penuh, banjir merendam rumah warga.
“Kalau ruas Jalan Melati sudah terendam banjir air sejak 10 hari yang lalu. Dan hari ini banjir air meninggi cukup cepat, di ruas jalan saja sudah hampir 100 cm,” ujarnya.
Selain bencana banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di wilayah Kecamatan Aranio, total ada 6 titik lokasi tanah longsor, serta jembatan Danau Tamiyang penghubung antar desa di Desa Mandikapau Barat putus akibat diterjang banjir.
Gubernur Tetapkan Status Siaga Banjir
Pasca banjir menerjang Kalimantan Selatan, sebanyak enam daerah di Kalimantan Selatan menetapkan status Siaga Banjir menyusul meningkatnya intensitas hujan.
Penetapan status siaga ini dilakukan untuk mempercepat penanganan serta meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyatakan seluruh perangkat penanggulangan bencana telah dikerahkan dan berada dalam kondisi siap siaga.
Pemerintah provinsi juga terus memantau perkembangan banjir dan potensi tanah longsor yang masih terjadi akibat cuaca ekstrem.
Menurut Muhidin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel telah berkoordinasi intensif dengan BPBD kabupaten/kota dan didukung unsur TNI dan Polri.
Koordinasi ini dilakukan agar penanganan di lokasi terdampak dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
“BPBD sudah berkoordinasi dengan daerah setempat. Peralatan sudah siap di lokasi dan bisa langsung digunakan untuk membantu masyarakat,” ujar Muhidin, di Banjarbaru, Sabtu 27 Desember 2025.
Selain enam kabupaten yang telah menetapkan status siaga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menetapkan status siaga di tingkat provinsi.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika terjadi hujan ekstrem susulan yang dapat memicu banjir maupun longsor.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pun mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Editor Siti Anisatusshalihah