Bantentv.com – Lucky Widja, vokalis band Element, meninggal dunia pada usia 49 pada Minggu malam, 25 Januari 2026. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam. Bukan hanya bagi keluarga, melainkan juga bagi penggemar dan pecinta musik khususnya Band Element yang laris di era tahun 2000-an.
Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh rekan satu bandnya, Ferdy Tahier, melalui unggahan di media sosial.
Dalam unggahannya tersebut, Ferdy juga menyentuh kondisi kesehatan Lucky yang beberapa tahun terakhir harus menjalani cuci darah dan menggunakan bantuan oksigen, seperti diberitakan.
Mengetahui Lucky meninggal dunia setelah berjuang melawan gangguan ginjal, bahkan beberapa tahun belakangan Lucky harus rutin menjalani terapi cuci darah.
Baca Juga: Jejak Karier Lucky Widja, Vokalis Element yang Mewarnai Musik Indonesia
Sebelum Lucky wafat, vokalis band Element ini telah mengidap salah satu penyakit langka yakni TB Ginjal.
Pasien dengan gangguan ginjal kronik terbilang berat karena harus menjalani cuci darah rutin, ini adalah salah satu penopang kehidupan pasien dengan kondisi kesehatan tersebut.
Tuberkulosis (TB) ginjal diderita Lucky sejak tahun 2022. Penyakit langka ini menyerang hampir seluruh saluran kemih.
Dilansir dari bebragai sumber, gangguan ginjal kronis terjadi ketika ginjal tidak lagi mampu menyaring racun dan kelebihan cairan dari darah secara optimal.
Dalam kondisi tersebut, terapi pengganti ginjal seperti mencuci darah menjadi langkah penting untuk mempertahankan fungsi tubuh dan mencegah komplikasi yang lebih berat.
Diketahui cuci darah atau hemodialisis adalah salah satu terapi penyelamat nyawa yang membantu menggantikan sebagian fungsi ginjal yang rusak.
Siapa yang menjalani cuci darah?
Memang tidak semua penderita gangguan ginjal harus menjalani cuci darah. Terapi ini dilakukan ketika fungsi ginjal telah menurun ke tahap lanjut.
Pencucian darah diperlukan pada pasien gagal ginjal stadium akhir, ketika fungsi ginjal tersisa sekitar 10–15 persen dan tidak lagi mampu menjaga keseimbangan cairan serta membuang racun dari tubuh.
Cuci darah juga dapat diberikan pada kondisi gagal ginjal akut yang berat, terutama bila terjadi penumpukan racun, gangguan elektrolit, atau kelebihan cairan yang mengancam nyawa.
Penyakit ginjal perlu dideteksi sejak dini
TBC ginjal, seperti yang dialami Lucky termasuk dalam penyakit yang sebenarnya jarang dan sering terlambat diketahui karena gejalanya tidak selalu khas pada tahap awal.
Maka pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin dan penerapan gaya hidup sehat itu penting untuk ditanamkan sejak saat ini. Hal ini dilakukan agar kondisi ginjal kita tetap sehat.
Editor Lilik HN