Tangerang, Bantentv.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menegaskan bahwa keberadaan posyandu memiliki peran strategis sebagai pendukung pemerintah dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Tinawati saat menghadiri Penilaian Lomba Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) Tingkat Kesdam dalam rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana yang digelar di Posyandu Bungur 1 Yonif 203/Arya Kamuning, Jalan Gatot Subroto Km 6, Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis, 29 Januari 2026.
Kehadirannya disebut sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten dengan Persit Kartika Chandra Kirana dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Kolaborasi dan sinergi dalam membangun kualitas kesehatan.Dalam beberapa kasus penanganan juga terjadi kolaborasi dan sinergi dengan kewilayahan,” kata Tinawati.
Ia menegaskan bahwa posyandu merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di masyarakat sekaligus memiliki peran penting dalam pemberdayaan keluarga.
Baca Juga: Tinjau Posyandu Mawar, Tinawati Andra Soni Apresiasi Peran Kader Layani Masyarakat
Menurutnya, fungsi posyandu tidak terbatas pada kegiatan penimbangan balita semata, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pendampingan keluarga.
“Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di masyarakat. Posyandu bukan hanya tempat penimbangan balita, tetapi juga menjadi ruang edukasi, ruang pendampingan, serta pusat pemberdayaan keluarga dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegasnya.
Tinawati juga menyampaikan bahwa saat ini posyandu mendukung enam standar pelayanan minimal (SPM), meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan keseluruhan serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial.
Ia mengapresiasi Posyandu Bungur 1 Yonif 203/Arya Kamuning yang telah mengadaptasi konsep posyandu berbasis enam SPM.
“Melalui Posyandu, kami berharap pelayanan dasar dapat lebih dekat, mudah diakses, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa lomba posyandu dan BKB tidak sekedar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan motivasi bagi para kader serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan masyarakat.
“Oleh karena itu, lomba Posyandu dan BKB bukan sekedar ajang kompetisi. Melainkan menjadi momentum evaluasi, motivasi, serta penguatan semangat para kader dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan masyarakat,” Tinawati.
Melalui kegiatan tersebut, Tinawati berharap dapat mendorong lahirnya posyandu yang semakin inovatif, tertib dalam administrasi, aktif dalam pelayanan, serta semakin kuat dalam menjalin kolaborasi dengan puskesmas dan pemerintah daerah.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar dan menjadi inspirasi bagi Posyandu lainnya,” tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komandan Yonif 203/Arya Kamuning Letkol Inf Julius Sigar menyampaikan apresiasi atas kehadiran dewan juri dan para tamu undangan. Ia menilai kehadiran tersebut menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Menjadi suatu motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan pelayanan,” ucapnya.
Julius menegaskan, Yonif 203/Arya Kamuning berkomitmen mendukung program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Merupakan sinergi antara yonif, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung SDM yang berdaya saing,” ungkap Julius.
“Kegiatan ini diharapkan mendorong Posyandu yang aktif, mandiri, dan berdaya guna,” tutupnya.
Hal senada disampaikan Pembina Posyandu Bungur 1 Yonif 203/Arya Kamuning, Fienda Julius Sigar. Ia menilai lomba penilaian posyandu menjadi sarana evaluasi, pembelajaran, sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kebanggaan sekaligus tantangan untuk menjadi yang terbaik. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ucapnya.
Editor Siti Anisatusshalihah