Lebak, Bantentv.com – Kabupaten Lebak salah satu sentra pengolahan emping melinjo yang tetap eksis meski sudah belasan tahun. Banyak warga Kabupaten Lebak yang terus memproduksi emping, bahkan keberadaan perajin emping melinjo menjadi penopang ekonomi masyarakat sekitar.
Keberadaan produksi perajin emping di Desa Sindangsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi penopang ekonomi masyarakat di desa tersebut. Tidak hanya itu, produksi emping juga merupakan salah satu cemilan khas Lebak dan menjadi oleh-oleh dari Kabupaten Lebak.
Olahan emping yang sudah hampir 15 tahun ini tidak pernah punah. Apalagi saat memasuki bulan Ramadhan hingga Idulfitri, emping banyak diburu pembeli.
Baca Juga: Produk Olahan Emping Melinjo Khas Lebak Hingga ke Mancanegara
Kepala Desa Sindangsari, Yudi, menyampaikan bahwa kendala yang dihadapi para perajin emping saat ini adalah ketersediaan bahan baku melinjo dari petani yang terbatas. Meski begitu, harganya sering melonjak naik.
“Keberadaan emping melinjo ini sangat membantu perekonomian masyarakat Desa Sindangsari. Namun saat ini kendala utama yang dihadapi para perajin adalah ketersediaan bahan baku melinjo dari petani yang terbatas, dan kalaupun ada harganya cukup mahal,” ujar Yudi, Kepala Desa Sindangsari.
Keberadaan olahan cemilan kerupuk emping yang terbuat dari bahan baku melinjo ini memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, bahkan mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
Editor : Erina Faiha