
Inderalaya, rakyatpembaruan.com-
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA, MA memberikan orasi motivasi kepada ribuan alumni Universitas Sriwijaya (UNSRI) dalam Upacara Wisuda ke-181 yang berlangsung di Gedung Auditorium UNSRI Kampus Indralaya, Rabu (11/2/2026).
Pada periode ini, UNSRI mewisuda 1.588 lulusan, diantaranya berpredikat Dengan Pujian sebanyak 178 orang.


Rektor UNSRI, Prof. Taufiq Marwa, SE, M.Si., menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA, MA yang hadir memberikan orasi motivasi pada upacara wisuda ke 182 Sesi 1 ini.
“Wisuda kali ini terasa istimewa karena telah hadir di tengah kita bapak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA, MA terima kasih atas kehadirannya di tengah-tengah kita di Kampus UNSRI Indralaya, ” Ucap Rektor.
Dalam kesempatan itu, Rektor menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua atau wali alumni yang telah berhasil menuntaskan salah satu kewajibannya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Ucapan selamat juga disampaikan Rektor kepada para wisudawan dan wisudawati atas keberhasilannya menggapai gelar akademik yang diidamkan. Menurutnya tidak ada suatu pemberian yang lebih utama kepada anak-anaknya selain pendidikan yang baik.
“Kami mendoakan semoga jerih payah Bapak dan Ibu mendidik anak-anaknya sehingga pada hari ini bisa di wisuda mudah-mudahan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Ucapan selamat kami sampaikan juga kepada anak – anak kami, saudara – saudara kami para alumni baru yang diwisuda pada hari ini, selamat atas keberhasilannya menggapai gelar akademik yang sangat diidam-idamkan selama ini. Seiring doa semoga gelar dan ilmu yang diperoleh dibekahi Allah SWT sehingga bisa membawa manfaat bagi diri sendiri dan bagi orang banyak. Kami mendoakan semoga berhasil hari ini menjadi awal untuk menggapai keberhasilan-keberhasilan selanjutnya di masa yang akan datang,” ucap Rektor.
Prof Taufiq berpesan agar para alumni selalu menjaga nama baik UNSRI, menjunjung tinggi kejujuran, amanah, menjaga etika, serta moral. Ia juga mengajak para alumni untuk selalu menghormati orang tua dan mencintai sesama agar sukses di manapun para alumni berkiprah.
Sementara itu, AHY dalam orasi motivasinya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas pencapaian akademik yang diraih melalui kerja keras dan perjuangan panjang. Ia juga mengajak seluruh wisudawan/i memberikan apresiasi kepada para orang tua atas doa dan pengorbanan yang telah diberikan.
“Saya melihat senyum bahagia karena tentunya menjadi sebuah rasa syukur terhadap segala karunia Allah SWT. Dari banyak rasa syukur yang harus kita ekspresikan setiap saat kepada Tuhan diantaranya bersyukur karena kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Sekali lagi selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati dan juga selamat kepada orang tua, keluarga yang telah memberikan kasih sayang,” ucap AHY.
AHY memaparkan tiga pokok utama dalam orasinya, yakni tren global, apa saja peluang dan tantangannya, serta pentingnya membangun bangsa dengan optimisme.
Ia menyoroti berbagai dinamika global seperti krisis iklim, disrupsi teknologi termasuk kecerdasan buatan, urbanisasi, kelangkaan sumber daya, hingga ketegangan geopolitik yang berdampak pada perekonomian dunia.
“Oleh karena itu kita semua harus waspada. Geopolitik dan perang terap yang terjadi dan ini juga akan terus mengguncang perekonomian dunia termasuk dampaknya terhadap Indonesia dan kawasan di Asia Tenggara. Oleh karena itu kita juga harus selalu bertanya dan mawas diri apakah Indonesia bisa bertahan menghadapi ancaman global. Jawabannya, apakah kita bisa? Harus bisa.
Kitalah yang bertanggung jawab untuk meyakinkan Indonesia tidak hanya tetap eksis tapi justru bisa menjadi pemenang di abad ke-21 ini. Kita harus bisa melihat peluang dan tantangan yang terbuka lebar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa beradaptasi. Dan harus menjawab semua itu dengan sebuah optimisme. Optimisme yang realistis, optimisme yang realistis,” ujar AHY.
AHY juga menekankan bahwa aset terbesar bangsa Indonesia bukan semata-mata sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia. Dengan jumlah penduduk muda yang besar, Indonesia mempunyai peluang untuk menjadi bangsa unggul apabila mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, integritas, dan karakter yang kuat.
Sebagai Menko yang membidangi infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, AHY ingin memastikan dan mendorong agar pembangunan infrastruktur tidak hanya terkait beton, baja ataupun aspal. Ia ingin memastikan setiap proyek infrastruktur termasuk konektivitas yang menghubungkan antar wilayah benar-benar untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Untuk meningkatkan kualitas SDM, sektor pendidikannya, sektor kesehatan termasuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. “Tidak ada manusia, tidak ada daerah, tidak ada generasi yang tertinggal,” ujarnya.
Ia juga mengajak para alumni untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri, mempersiapkan diri dengan kompetensi dan integritas, serta tidak takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, setiap tantangan dapat menjadi peluang apabila dihadapi dengan keberanian dan kesiapan.
Mengakhiri orasinya, AHY menyampaikan pesan inspiratif, “Dunia mungkin tidak stabil, masa depan mungkin tidak jelas, tapi optimisme memberi arah, keberanian, dan kekuatan,” tuturnya.
Kepada awak media, Menko AHY menuturkan pemerintah menaruh harapan besar kepada para lulusan Unsri, baik jenjang sarjana, magister, maupun doktor, agar mampu memanfaatkan pendidikan yang telah ditempuh untuk menghadapi peluang dan tantangan nyata di masa depan. Ia menilai kesiapan generasi muda menjadi kunci di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Kita semua tentu mendoakan sekaligus memiliki harapan agar para wisudawan dan wisudawati, dari berbagai gelar sarjana dan jenjang pendidikan, benar-benar siap menghadapi peluang dan tantangan, baik hari ini maupun di masa depan,” kata Menko AHY.
Menko AHY menjelaskan pemanasan global, mulai dari geopolitik, keamanan, ekonomi, hingga krisis iklim dan keterbatasan sumber daya, menuntut Indonesia memiliki kesiapan dan kemandirian yang lebih kuat. Dalam konteks tersebut, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi fondasi utama pembangunan nasional.
“Tulang punggung kemandirian dan kemajuan bangsa adalah sumber daya manusia yang unggul. Universitas Sriwijaya telah berkontribusi mencetak generasi penerus bangsa yang memiliki kualitas dan daya saing,” tutup Menko AHY.
Para wisudawan-wisudawati yang dilantik berasal dari berbagai fakultas di UNSRI yang terdiri atas Fakultas Ekonomi 101 orang berpredikat dengan pujian 9 orang. Fakultas Hukum 22 orang, Fakultas Teknik 211 orang berpredikat dengan pujian 22 orang, Fakultas Kedokteran 342 orang berpredikat dengan pujian 161 orang, Fakultas Pertanian 129 orang berpredikat dengan pujian 87 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 266 orang berpredikat dengan pujian 170 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 230 orang berpredikat dengan 123 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 60 orang berpredikat dengan pujian 19 orang, Fakultas Ilmu Komputer 169 orang berpredikat dengan pujian 106 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 51 orang berpredikat dengan pujian 17 orang, dan Program Pascasarjana 7 orang berpredikat dengan pujian 4 orang.
Pada wisuda kali ini ada sebanyak 4 orang alumni penerima beasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikannya antara lain penerima beasiswa dari Bank Indonesia 1 orang, Bank Sentral Indonesia 1 orang, Karya Salemba Empat 1 orang, dan APJS (PUSRI) 1 orang.
Dalam kesempatan itu, dilakukan juga pemberian piagam penghargaan kepada mahasiswa Luaran Prestasi Akademik dan yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan di Universitas Sriwijaya.
(Ara_Humas)
