Lebak, bantentv.com – Di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, Aliran Sungai Yang Jernih Dari Kaki Gunimun Halimun Salak Menyimpan Cerita Yang Tak Lekang Di Makan Zaman. Bukan Sekadar Gemericik Air Pegunungan Yang Menenangkan, Tetapi JUGA KEBERADAAN IKAN MAS BEROK ATAU AKRAB DISEBUT IKAN MAS SINYANYA.
BAGI WARGA WEUWEWON CITOREK, Ikan MAS BEROK ATAU SINYANYA INI BIukan SEKADAR PANGAN, MELAINKAN IDENTITAS, KEBIGGAAN, SEKALIGUS WARISAN TURUN-TEMURUN.
Kepala desa citorek karjaya menjelaskan, Bahwa keramba-keramba kayu di aliran sungai deras menjadi rumah bagi ik citorek. Airnya Bening, Tanpa Kontaminasi, Menjadikan Daging Ikan Lembut, Gurih, Dan Khas.
“Sebetulnya Yang Namanya Budidaya Ikan Itu Suda Turun-Temurun Sejak Zaman Nenek Moyang Munckin Suda Dilakukan Pada Saik Itu, Cuman Oheh Generasi Muda Sekarang Ini Lebih Dikembangan Kembali. Lain, ”Ujar Karjaya Kepala Desa Citorek.
BACA JUGA: Ikan Mas Sinyonya Asal Pandeglang Primadona Pasar Ekspor
Keunikan Rasa Itu Membuat Ikan Mas Berok Citorek Jadi Buran, Pembeli Dari Kota Rela Menempuh Perjalanan Panjang Demi Seekor Ikan Berukuran Besar. HARGA SEEKOR IKAN DENGAN BERAT 10-11 Kilogram Bisa Mencapai RP7-8 Juta. Bahkan, Jika ukuranana Belasan Kilogram, Nilainya Bisa Lebih Tinggi.
“Mengenai Ikan Citorek Ini Adalah Ikan Yang memang diburu eh orak-orang Kota Yang Suda Tahu nih karena yang pertama ikan citorek ini adalah tahan aka pa namanya karan laaya laaya laaya laaya laatan,
“Hobi JagA TAPI ADA NILAI EKONOMINYA JUGA KARENA KALAU KALA SUDAH BESAR ITU KISARAN TIGA-10 KILO ATAU 11 Kilo ITU UDAH HARGA JUAL YANG DARI KOTA INI RP7-8 JUTA ITU SATU EKOR, KALAU Suda MENCAPAI,” JUTA JUTA JUTA JUTA JUTA SATU, KALAU KALAU SUDOKA, ”KALAU KALAU MENCAPAI,”.
Kepala desa Citorek Mengungkapkan, Budidaya Ikan Mas Telah Menjadi Denyut Nadi Citorek. Diperkirakan 80 Persen Warganya Memiliki Keramba. BAGI MASYARAKAT, Keramba Ikan Sama Pentingnya Lumbung Padi, Dua Simbol Kemapanan Yang Wajib Dimilisi Keluarga.
Editor: Erina FaiHa