Bantentv.com – Optimisme terhadap penguatan pasar saham pada hari ini, Rabu 25 Maret 2026, membuat Analis memperkirakan IHSG akan menguat kembali, pasca sebelumnya menguat ke zona hijau ke level 7.106 pada sesi terakhir perdagangan Selasa 17 Maret 2026.
Dikutip dari riset MNC Sekuritas Selasa, 24 Maret 2026, posisi IHSG diperkirakan, saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave (c) dari wave A pada label hitam atau wave (2) pada label merah. Yakni dikisaran 6.745-6.887 jika terkoreksi dan 7.176-7.238 jika mengalami penguatan.
Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat pada perdagangan Rabu 25 Maret seusai libur panjang Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri tahun 2026.
Salah satu sentimen utamanya yakni kabar terbaru dari konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tertundanya serangan militer selama lima hari ke pembangkit listrik dan fasilitas energi Iran.
“Pembukaan IHSG di hari Rabu dibayangi potensi tekanan jual, tetapi pulihnya pasar keuangan pasca tertundanya serangan Trump ke infrastruktur listrik dan energi Iran, membuka peluang IHSG bergerak terbatas dengan supportdi level 7.100 hingga 7.000 dan resistance di level 7.250 hingga 7.349,” ujar Hans, dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2026.
Baca Juga: IHSG Masih Labil, Investor Lirik Emas Sebagai Investasi Jangka Panjang/a>
Selama libur panjang Lebaran, Hans juga menjelaskan bahwa pasar keuangan global mengalami volatilitas tinggi akibat perang antara AS dan Israel melawan Iran tersebut.
Selain itu, Trump juga memberikan ancaman akan menghancurkan fasilitas listrik di Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam 48 jam ke depan.
Menangapi ancaman itu, Iran pun membalas dengan ancaman akan menghancurkan infrastruktur energi dan minyak di kawasan teluk, apabila fasilitas listrik di negaranya diserang.
Merespons hal itu, akhirnya pada Senin 23 Maret, Trump mengatakan akan bertahan selama lima hari serangan militernya ke pembangkit listrik dan fasilitas energi di Iran.
Pernyataan Trump tersebut juga mendorong Bursa saham di Wall Street, AS, dan Bursa saham Eropa mengalami penguatan pada perdagangan Senin 23 Maret 2026.
“Pasar ekuitas Uni Eropa menguat setelah tertundanya serangan Trump. Kawasan Uni Eropa dan Asia sangat mempengaruhi harga energi, karena ketergantungan pada impor melalui Selat Hormuz,” ujar Hans.
Namun demikian, Hans menyebut pernyataan Trump tentang konstruktif untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, dibantah langsung oleh Iran, yang kemudian, Iran melancarkan serangan baru ke Israel dan beberapa lokasi di Timur Tengah.
Menurut Hans, serangan Iran ke pabrik gas di Qatar berpotensi menghapus 17 persen pasokan ekspor Liquefied Natural Gas (LNG) selama tiga sampai lima tahun di negara tersebut.
“Artinya perang ini akan memberikan dampak yang cukup panjang untuk memasok minyak dan gas dunia,” ujar Hans.
Dengan konflik yang terjadi di Timur Tengah, akan sangat berdampak cukup lama terhadap pasokan migas dunia.
Diketahui sebelumnya, minggu lalu, pada penutupan perdagangan Selasa 17 Maret atau sebelum libur panjang Lebaran, IHSG ditutup menguat 84,55 poin atau 1,20 persen ke posisi 7.106,84.
Editor Siti Anisatusshalihah