Bantentv.com – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mengingatkan jemaah haji untuk mewaspadai suhu panas ekstrem menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Suhu panas di kawasan Mina dan Muzdalifah dilaporkan terus meningkat dan berisiko memicu dehidrasi hingga kelelahan pada jamaah.
Kondisi panas di dua wilayah tersebut disebut telah mencapai 48 derajat Celcius. Apalagi, suhu panas berpotensi meningkat hingga 50 derajat Celcius pada siang hari, terutama ketika tidak ada hembusan angin.
Oleh karena itu, jemaah diminta menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalani rangkaian ibadah haji. Cuaca panas yang ekstrim dapat mempengaruhi stamina, khususnya saat aktivitas ibadah dilakukan di area terbuka dalam waktu yang cukup lama.
Baca Juga: Puncak Haji Dimulai, Jemaah Indonesia Diberangkatkan Bertahap ke Arafah Mulai 8 Dzulhijjah
Imbauan untuk Jemaah Haji
Kemenhaj RI mengimbau jemaah untuk lebih disiplin menjaga kesehatan selama menghadapi cuaca panas di Armuzna.
Beberapa langkah sederhana dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.
Berikut beberapa hal yang direkomendasikan:
- Minum air secara rutin dan tidak menunggu haus
- Menggunakan payung atau pelindung kepala berwarna terang
- Beristirahat secara berkala di tempat yang teduh
Wukuf Jadi Puncak Ibadah Haji
Wukuf di Arafah menjadi salah satu rangkaian terpenting dalam ibadah haji. Prosesi ini dilaksanakan setiap tanggal 9 Zulhijah dan dikenal sebagai puncak ibadah haji, di mana jemaah melakukan kegiatan berdiam diri dan berdoa di Padang Arafah.
Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M dari Kementerian Haji dan Umrah RI, 9 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada tanggal 26 Mei 2026. Dengan demikian, puncak haji tahun ini akan berlangsung pada tanggal tersebut.
Di tengah kondisi panas ekstrem yang diperkirakan terjadi selama Armuzna, jemaah diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik agar ibadah tetap berjalan aman, nyaman, dan lancar.
Editor Siti Anisatusshalihah