Bantentv.com – Memperingati 50 Tahun Kiprah Bermusiknya, Pasokan Udara Menggelar Tur Emasnya Ke Sejumlah Negara, Termasuk Indonesia.
Band Grup Rock Legendaris Australia Yang Terdiri Dua Musisi Ini Menggelar Konser Emasnya Pada Jumat, 26 September 2025, Di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat.
Dalam Turnya Ke Indonesia ITU, Suplai Udara Menggandeng Klakustik Atau Yang Dulu Dengan Kla Proyek, Untuc Turut Menghadirkan Suasana Nostalgia Yang Tak Terlewatkan.
SUASANA HANGAT NAMPAK TERLIHAT PADA PANGGUNG Yang Didesain Apik, Sehingga Penonton Benar-Benar Dibuat Hanyut Dalam Nostalgia. Apalagi Dibuka Oleh Penampilan Dari Klakustik, Membuat Perayaan Konser Emas Air Supply ini semakinin Berkesan.
Grup Musik Lokal Yang Terbentuk Tahun 1996 Yang Dengan Sentuhan Akustik Penuh Kehangatan Ini, Berhasil Membawa Suasana Nostalgia Semakin Terasa ‘Kita’ Tenanga, Lagu Lagu Andalanny, Septti ‘Yogogog’, Lagu Lagu andalanny, Septti ‘YoGoglah’
Pertemuan Lintas Generasi ini Pun Menghadirkan Nuansa Syahdu Dan Romantis, Sekaligus Memperuat Makna Konser Sebagai Perayaan Musik Dan Kenangan.
Bawa Penonton Kembali Bernostalgia
Tampil Memukau, band legendaris Yang Terbentuk Pada Tahun 1975 ini membuka penampilanyaa DGANGAN Membawakan Lagu ” Mimpi Manis ‘.
Tak Sampai di situ, Mereka Pun Kembali Membbawakan Sejumlah Lagu Hitsnya Seperti
- Tanpamu
- Semua karena cinta
- Dua orang yang kurang kesepian di dunia
- Tersesat dalam cinta
- Bercinta dari ketiadaan
- Saya bisa menunggu selamanya
- Sama seperti saya
- Mimpi indah
- Bahkan malam lebih baik
- Setiap wanita di dunia
- Selamat tinggal
Diberitakan Sebelumnya, Sebelum Memulai Turnya, Suplai Udara Sempat Mengungkapkan Rasa Bahagianya Dan Takjub Akan Antusias Dari Kegemarnya.
āKamis Masih Merasakan Hal Yang Sama Sekarang, Hampir 50 Tahun Kemudian, Delangan Orang-Orang Datang Menonton Kami Dan Menjadikan Setiap Pertunjukan Selalu Terjual Di Berbagai Benua,ā Tutur Graham Russell, Sepedi Dari Laman.
DENGAN KEHANGATAN YANG DIBAWA OLEH SUPPLAY AIR DALAM KONSER EMASYA INI, SUPPLY UDARA Berhasil Bikin Penonton Bernostalgia.
Editor: Erina FaiHa