Bantentv.com – Menurunnya IHSG selama dua hari terakhir hingga nyaris 5 persen, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) angkat bicara.
Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan berdasarkan laporan keuangan seluruh emiten dan fundamental pasar modal saat ini dalam kondisi baik, khususnya dalam kelompok LQ45 alias 45 saham paling likuid dan berkapitalisasi besar di BEI.
Jeffrey bahkan menyebut terjadi pertumbuhan laba bersih pada kuartal I 2026 sebesar 29,9 persen secara year-on-year (yoy).
“Kalau kita lihat distribusi laba bersih per kuartal pertama tahun 2026, dari seluruh perusahaan tercatat yang ada, 80 persen membukukan laba bersih. Ini adalah persentase tertinggi lima tahun terakhir,” ujar Jeffrey di kantor BEI, Jakarta Selatan yang dikutip dari CNN, Kamis, 4 Juni 2026.
Baca Juga: OJK Minta Masyarakat Pahami Data Fundamental Sebelum Investasi Kripto
Dirinya juga memberkan, perbandingan laba bersih pada tahun 2020 hingga tahun 2025 terjadi peningkatan persentase laba.
“Kalau kita lihat di tahun 2020, hanya ada 63 persen perusahaan yang tercatat membukukan laba bersih.(Pada) 2021-2025 itu persentasenya antara 73-76 persen perusahaan yang membukukan keuntungan,” imbuhnya.
Meski begitu, Jeffrey juga mengingatkan kepada investor terkait kebijakan yang diambil BEI terhadap pergerakan pasar modal tahun lalu hingga saat ini masih berlaku.
“Terkait dengan buyback tanpa RUPS sampai saat ini masih berlaku. Kemudian, berlanjutnya pelaksanaan shortselling atau larangan melakukan shortselling itu juga masih berlaku,” ungkap Jeffrey.
Baca Juga: Bank Banten Raih Laba Rp26,59 Miliar di Usia Ke-8
Jeffrey pun menyampaikan agar investor mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat, khususnya terkait pengumuman penyedia indeks saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Terkait dengan MSCI, yang dapat kami sampaikan adalah bahwa dari hal-hal konkret yang sudah kami lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap berada di emerging market,” ujarnya.
Selain itu terkait gejolak IHSG, Jeffrey menegaskan koordinasi antara BEI dan regulator terus berjalan.
“Tentu kami dalam keseharian kami selalu berkoordinasi dengan OJK,” kata Jeffrey.
Adapun berbagai kebijakan yang diterapkan BEI dalam beberapa waktu terakhir tersebut, ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi bagi investor.
Editor : Erina Faiha