Serang, Bantentv.com – Rombongan siswa SMK Shohibul Muslimin melakukan kunjungan edukatif ke Banten TV pada Sabtu pagi, 29 November 2025. Mereka berkunjung untuk mempelajari langsung proses kerja dunia pertelevisian dan produksi konten digital.
Setibanya di lokasi, para siswa diajak berkeliling melihat berbagai ruang kerja. Mereka melihatnya mulai dari master control room, ruang editing, hingga studio utama yang digunakan untuk siaran produksi.
Tidak hanya mengamati, para siswa juga mendapat kesempatan mengikuti praktik produksi siaran secara langsung di dalam studio.
Baca Juga: Ratusan Siswa SMK Darussalam Ciputat Pelajari Dunia Penyiaran di Banten TV
Melalui sesi praktik ini, mereka mempelajari proses teknis pembuatan konten. Termasuk teknik pengambilan gambar, pengisian suara, hingga pemahaman dasar mengenai literasi digital. Literasi digital menjadi landasan penting di era media saat ini.
Kepala SMK Shohibul Muslimin, Sri Rumaeni, mengatakan bahwa kunjungan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran lapangan yang dibutuhkan siswa. Ini terutama dalam memahami perkembangan teknologi produksi digital, yang belum sepenuhnya dapat dipelajari di sekolah.
Ia menjelaskan bahwa SMK Shohibul Muslimin berada di bawah naungan Pondok Pesantren Modern Shohibul Muslimin. Sekolah ini dengan jurusan multimedia sebelumnya, kini telah menyesuaikan Kurikulum Merdeka menjadi Desain Komunikasi Visual (DKV).
“Di Banten TV ini banyak sekali alat-alat siaran yang mumpuni. Kami ingin memperkenalkan kepada siswa bahwa produksi digital bukan hanya soal komputer, kamera biasa, atau handphone. Ada banyak peralatan profesional yang perlu mereka pelajari,” jelas Sri Rumaeni.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori. Mereka juga diharapkan memperoleh pengalaman praktis yang dapat memperkuat kompetensi mereka di dunia industri digital. Industri digital ini terus berkembang pesat.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bekal berharga bagi siswa untuk menyiapkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini.
Editor AF Setiawan