Bantentv.com – Bulan Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan suci atau Asyhurul Hurum yang dimuliakan Allah SWT.
Karena memiliki kedudukan yang istimewa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjadikan Muharam sebagai momentum memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas ibadah.
Keutamaan Muharam disebutkan dalam berbagai dalil Al-Qur’an maupun hadis Nabi Muhammad SAW. Tidak sedikit ulama yang menjelaskan bahwa bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak kebaikan sebagai bekal memasuki tahun baru Hijriah.
Dalam tradisi Islam, Muharam juga dikenal sebagai Syahrullah atau “bulan Allah”. Penyebutan tersebut menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Seperti yang dilansir NU Online, para ulama telah merangkum sejumlah amalan yang dianjurkan untuk diperbanyak selama Muharam.
Salah satunya sebagaimana disebutkan oleh Syekh Abdul Hamid dalam kitab Kanzun Naja adalah Surur Fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur.
Dua Belas Amalan yang menyediakan
Terdapat 12 amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Muharam, yaitu:
- Melaksanakan salat sunah.
- Berpuasa.
- Menyambung silaturahim.
- Bersedekah.
- Mandi.
- Memakai celak mata.
- Berziarah kepada ulama, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
- Menjenguk orang sakit.
- Menambah nafkah untuk keluarga.
- Memotong kuku.
- Mengusap kepala anak yatim.
- Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali.
Amalan-amalan tersebut menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperbanyak pahala di bulan Muharam yang penuh keberkahan.
Baca Juga: Jadwal Sholat Kota dan Kabupaten Tangerang Jumat, 19 Juni 2026
Puasa Menjadi Amalan Paling Utama
Di antara berbagai amalan yang dianjurkan pada bulan Muharam, puasa sunnah menempati posisi paling utama. Keutamaan puasa Muharam didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
جاء رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ Kata: شهر الله الذي تدعونه المحرم
Artinya, “Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?’ Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram,” (HR Ibnu Majah).
Dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Muslim disebutkan:
Layanan Pelanggan yang Dapat Diatur
Artinya, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.”
Menjelaskan hadis tersebut, Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim Menyebutkan bahwa riwayat tersebut menjadi dalil kuat mengenai keutamaan berpuasa di bulan Muharam.
Dengan menghidupkan berbagai amalan sunnah, khususnya puasa Tasu’a dan Asyura, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan dan ampunan Allah SWT.
Muharam bukan sekedar pergantian bulan dalam kalender Islam, melainkan kesempatan untuk memulai lembaran baru dengan amal yang lebih baik dan kehidupan yang lebih bermakna.
Editor Siti Anisatusshalihah