Bantentv.com – Kasus campak masih menjadi perhatian serius pemerintah pada tahun 2026. Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 58 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terjadi di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi hingga minggu ke-11 tahun 2026.
Meski demikian, jumlah kasus menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Dari puncak 2.220 kasus, angka tersebut turun hingga 93 persen menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret 2026.
Namun, pemerintah tetap memperketat pengawasan karena potensi penularan masih terjadi.
Risiko penyebaran campak dinilai masih ada, terutama pada kelompok dengan cakupan imunisasi yang belum optimal. Tidak hanya anak-anak, kelompok dewasa juga berpotensi terpapar penyakit tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah memperluas penggunaan vaksin campak, termasuk untuk kelompok dewasa yang berisiko.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus mencegah munculnya kembali kampak KLB di berbagai daerah.
Kelompok yang diprioritaskan dalam vaksinasi dewasa meliputi tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, serta individu yang memiliki hubungan erat dengan kelompok rentan.
Selain itu, pemerintah memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman. Stok vaksin campak nasional saat ini mencapai sekitar 9,8 juta dosis dengan ketahanan stok sekitar 5,5 bulan. Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas kelompok berisiko.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperluas perlindungan terhadap masyarakat sekaligus menjaga stabilitas layanan kesehatan di tengah potensi penyebaran campak.
Dengan meluasnya pemberitaan dan penguatan pengawasan, pemerintah berharap kampak KLB dapat mengendalikan dan tidak kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia.