Serang, Bantentv.com – Siapa bilang pesantren hanya identik dengan pembelajaran kitab kuning? Di Pondok Pesantren Modern Assa’adah, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, para santri justru membuktikan bahwa ilmu agama dapat berjalan seiring dengan penguasaan teknologi.
Tahun ini, sebanyak 15 santri yang tergabung dalam Tim Robotik Assa’adah membawa semangat tersebut ke ajang International Robotic Competition (IRC) 2026 di University of Malaysia.
Mereka didampingi tiga pembimbing dan dijadwalkan bertolak ke Malaysia untuk mengikuti kompetisi internasional selama tiga hari.
Di balik keberangkatan para santri, terjadi proses panjang membangun budaya inovasi di lingkungan pesantren.
Baca Juga: OMI 2025 Digelar di Banten, Wamenag: Madrasah Pusat Inovasi Sains dan Teknologi
Pondok Pesantren Modern Assa’adah selama ini dikenal aktif mengembangkan pendidikan berbasis teknologi.
Berbagai karya robotik yang lahir dari tangan para santri tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.
Beberapa inovasi yang pernah dikembangkan antara lain robot untuk smart farming, sistem pengelolaan sampah, hingga teknologi pemurnian udara.
Apresiasi Gubernur Banten
Komitmen tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Banten Andra Soni yang datang ke Ponpes Assa’adah untuk melepas keberangkatan tim robotik menuju Malaysia.
Didampingi Ketua Tim PPK Provinsi Banten Tinawati serta anggota DPRD Banten dari Fraksi Gerindra, Muhibbin, Usen, dan Dian Damayanti, Andra mengaku ini merupakan kunjungan keduanya ke pesantren tersebut.
Sebelumnya ia datang untuk melihat langsung pameran robotik karya para santri, sedangkan kali ini ia hadir memberikan dukungan sebelum mereka bertanding di tingkat internasional.
Baca Juga: Gubernur dan Bupati Ajak Pelajar Pandeglang Terus Belajar Demi Masa Depan
“Saya datang kedua kalinya ke Ponpes Assa’adah. Pertama melihat pameran robotik karya santri, dan hari ini melepas tim robotik yang akan mengikuti kompetisi internasional di Malaysia,” ujar Andra, Rabu 22 Juli 2026.
Menurut Andra, konsistensi Ponpes Assa’adah dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi patut diapresiasi karena mampu membuka ruang bagi santri untuk berprestasi di tingkat global.
“Insyaallah iya, kami selalu mendukung semua niatan yang baik, kami selalu mendukung semua upaya-upaya baik dan mudah-mudahan kami bisa terus bekerja sama,” katanya.
Membawa Nama Banten di Ajang Internasional
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Modern Assa’adah, Mujiburrahman, mengatakan tim yang berangkat terdiri atas 15 santri dan tiga pembimbing.
Tim Robotik Assa’adah akan mengikuti tiga kategori lomba yaitu Sumo, Software, dan Line Follower. Kategori Line Follower termasuk yang paling menantang karena menuntut pemrograman yang baik.
“Mereka di robotik itu ada di coding-nya yang akan kita ikutin. Lombanya itu ada Sumo, software dan line follower,” katanya.
Perlombaan tersebut merupakan kali kedua As-Sa’adah mengikuti kompetisi di Malaysia. Sebelumnya juga pernah bertanding di Singapura.
“Ini yang kedua. Kita ke Malaysia sudah pernah, ke Singapura juga kita pernah. Tapi beda-beda event-nya,” jelasnya
Keikutsertaan tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus menunjukkan bahwa santri Indonesia mampu bersaing dalam bidang sains dan teknologi di tingkat internasional.
Editor AF Setiawan