Bantentv.com – YouTube memperbarui kebijakan monetisasi dalam YouTube Partner Program (YPP) dengan memperketat syarat bagi konten yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Melalui aturan terbaru ini, platform video milik Google tersebut menegaskan bahwa konten AI yang berulang, minim kreativitas, atau sekadar menggunakan template berpotensi tidak memenuhi syarat untuk memperoleh pendapatan dari monetisasi.
Dalam keterangannya yang dikutip dari TechCrunch, Kamis 23 Juli 2026, Kepala Kepercayaan dan Keamanan, Matt Halprin, menjelaskan bahwa YouTube tetap mendukung penggunaan AI selama teknologi tersebut digunakan untuk menghasilkan konten yang kreatif dan bernilai bagi penonton.
“Terkadang video-video itu bagus dan benar-benar meningkatkan kreativitas. Anda bisa membuat konten berkualitas tinggi dalam jumlah lebih banyak. Itulah yang ingin kami dorong di YPP,” kata Halprin.
Baca Juga: Youtube Tak Lagi Bayar Kreator untuk Video AI dan Klip Mulai 15 Juli 2025
Namun, YouTube akan membedakan konten yang hanya memanfaatkan AI untuk memproduksi video dalam jumlah besar tanpa menambah nilai.
Menurut Halprin, video yang memiliki tampilan seragam, tidak memiliki alur cerita yang jelas, serta tidak menunjukkan unsur kreativitas berpotensi tidak memenuhi lagi syarat monetisasi.
“Selain konten AI yang berulang, YouTube juga akan memutar video tutorial yang hanya mereproduksi materi milik pihak lain tanpa memberikan nilai aslinya,” jelasnya.
Kebijakan baru juga menyasar konten yang sengaja memanipulasi emosi penonton, misalnya video penyelamatan hewan yang dibuat untuk menarik simpati demi meningkatkan jumlah tayangan.
Baca Juga: Mulai 28 Maret! Akses Akun Anak ke YouTube, TikTok hingga Roblox Resmi Dibatasi!
Selain itu, YouTube tidak akan memberikan insentif kepada kreator yang menggunakan persona AI atau representasi digital seseorang untuk membahas topik sensitif seperti kesehatan, hukum, keuangan, maupun layanan medis.
Dengan kebijakan ini, YouTube ingin memastikan monetisasi diberikan kepada kreator yang menghasilkan konten orisinal, informatif, dan memiliki nilai kreativitas.
Editor AF Setiawan