Bantentv.com – Masih ingat dengan Ring Back Tone (RBT) yang pernah Berjaya di tahun 2000-an? RBT saat itu digandrungi oleh pengguna seluler, karena saat itu sambungan telepon langsung masih digunakan oleh masyarakat.
Dari melakukan sambungan telepon langsung, sambil menunggu kontak yang dituju menerima telepon inilah momen Ring back tone didengarkan oleh penelepon.
RBT tersebut juga beragam, yang paling banyak adalah lagu-lagu hits di zamannya. Seperti Maia Estianty yang menciptakan lagu ‘Aku Pasti Kembali’. Lagu ini pernah dipopulerkan oleh Pasto itulah yang berhasil membuat sang musisi meraup keuntungan dari hasil RBT.
Tak segan-segan, Maia mengakui hal tersebut di laman instagramnya. Saat diposting dirinya Bersama Mey Chan menyanyikan personel Duo Maia yang juga pernah mempopulerkan lagu ‘Aku Pasti Kembali’.
Baca Juga: Tanggapan Maia Estianty Soal Berita Viral Baru-baru Ini
Dalam postingan itu, Maia menuliskan, “Yuk nostalgia lagu “Aku Pasti Kembali” yang gw tulis saat gw kudu sering2 ninggalin anak2 kerja jaman kecil…., 1 lagu ini, bisa bikin gw dapet rumah jaman royalti dari “Ring Back Tone”, saat itu…. Kalau sekarang jaman digital platform, royalti nya ya gitu deh….hhhmmm,” tulis Maia Estianty.
Pernyataan Maia itu sangat menarik. Dikatakan bagaimana di masa lalu, royalti dari satu lagu hit ciptaannya, Aku Pasti Kembali, mampu membuatnya membeli sebuah rumah.
Kala itu RBT memang Berjaya di masanya. Jutaan pengguna seluler berlangganan RBT di masing-masing penyedia. Hal lainnya, pernyataan Maia tersebut menjelaskan bahwa pembagian royalti dari hasil RBT begitu jelas. Musik begitu diuntungkan berbeda dengan pembagian royalti saat ini yang dinilai kisruh.
Bagi sebagian besar anak muda saat ini, fitur RBT mungkin terdengar asing. Apalagi di zaman yang saat ini sudah melonjak jauh. Saat ini musik dapat diakses dengan mudah.
Apa maksudnya dengan RBT?
Secara sederhana, Ring Back Tone (RBT) atau Nada Sambung Pribadi (NSP) merupakan potongan musik atau suara pilihan. Ini didengar oleh orang yang menelepon Anda, menggantikan nada sambung standar (“tut… tut… tut…”) yang biasa.
Bayangkan kita menelepon teman. Alih-alih mendengar nada tunggu biasa, kita mendengarkan refrain lagu favorit teman kita. Nah itulah fungsi RBT.
Fenomena ini pertama kali populer di awal tahun 2000-an. Ini mencapai puncaknya di pertengahan hingga akhir tahun 2000-an, khususnya di pasar Asia, termasuk Indonesia.
RBT memungkinkan pengguna ponsel untuk mengekspresikan diri dan seleranya terhadap musik. Mereka bisa memilih lagu hit terbaru, potongan soundtrack film, atau bahkan rekaman suara lucu untuk dijadikan nada sambung pribadi mereka.
Fenomena kejayaan RBT memang sudah tidak lagi dapat kita nikmati. Seiring berkembangnya teknologi akan selalu ada hal baru di dalamnya. Terlebih lagi saat ini menelepon melalui sambungan seluler jarang dilakukan. Hal ini karena menelepon melalui aplikasi WhatsApp tengah menjadi primadona bahkan tak tanggung-tanggung, langsung video call.
Redaktur : Lilik HN