Batam, Kepulauan Riau, rakyatpembaruan.com —
Program Studi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (UNSRI), menjalin kerja sama penelitian internasional dengan Fakultas Kesehatan dan Ilmu Hayati, Manajemen & Sains Universitas (MSU) Fakultas Malaysia melalui program Matching Grant bertema “Factors Influencing Dehydration Prevalence and Heat-related Illness Among Mangrove Charcoal Burning Workers.”

Riset ini merupakan langkah strategi yang merefleksikan komitmen Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Taufiq Marwa, SE, M.Si. yaitu UNSRI Berdampak dalam mengembangkan penelitian terapan berorientasi solusi, khususnya pada isu kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja di sektor informal. Penelitian dilaksanakan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang dikenal sebagai salah satu pusat utama produksi arang mangrove di Indonesia.

Batam dipilih sebagai lokasi karena karakteristik industrinya yang unik, melibatkan tenaga kerja dengan paparan panas ekstrem dan kondisi kerja yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan akibat dehidrasi maupun penyakit terkait panas (heat-related disease) di kalangan pekerja industri arang tradisional.
Kegiatan penelitian ini dipimpin oleh dua Penyidik Utama, yaitu Prof. Yuanita Windusari, M.Si. dari Universitas Sriwijaya dan Dr. Nur Azalina Suzianti Feisal dari Management & Science University Malaysia. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kedua institusi dalam memperkuat kerja sama akademik di bidang kesehatan lingkungan tropis dan kesehatan kerja.
Kegiatan utama dalam penelitian melibatkan dosen-dosen muda dari Fakultas Kesehatan Masyarakat yaitu Swara Mega Hasanah, S.KM., M.KL., Ladyka Viola Aulia Armawan, SKM, MKM, Yoerdy Agusmal Saputra, SKM, MKM serta dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yaitu Yadi Oktariansyah, S.Si., M.Si. Selain penelitian utama, kegiatan ini juga terintegrasi dengan program Pengabdian Kepada Masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit Tuberkulosis (TBC) di komunitas pekerja arang. Program pengabdian ini dilaksanakan bersama tim dosen Universitas Ibnu Sina Batam, yakni Dr. Noviyanti, S.Kep., M.Kes., Leni Utami, S.Si., M.KM., dan Jamal, S.KL., M.KM.
Dalam sambutannya, Prof. Yuanita Windusari, M.Si. menyampaikan bahwa penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keselamatan dan kesehatan pekerja sektor informal. “Riset ini tidak hanya menambah khazanah ilmiah, tetapi juga menjadi intervensi langsung bagi kelompok yang rentan terhadap risiko panas ekstrem dan dehidrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Prof.Dr.Ir. Muhammad Said, M.Sc., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya, menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi ini. “Kerja sama ini menampilkan peran aktif Universitas Sriwijaya dalam memperkuat internasionalisasi penelitian serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi),” ungkapnya.
Kolaborasi lintas negara ini diharapkan menjadi model bagi kerja sama akademik berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara, yang tidak hanya berfokus pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.(Ril)