Bantentv.com – Budi Arie Setiadi, yang kembali menjabat sebagai Ketua Umum Projo, menyampaikan rencana perubahan logo organisasi tersebut.
Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari proses transformasi untuk memperkuat dukungan terhadap agenda politik Presiden Prabowo Subianto.
Dilansir dari Antara, ia menegaskan bahwa transformasi ini menjadi wujud adaptasi Projo terhadap dinamika politik nasional.
“Yang pasti begini, satu, kita akan memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik Presiden Prabowo. Yang kedua, dalam rangka itu, Projo akan melakukan transformasi organisasi yang salah satunya adalah kemungkinan mengubah logo Projo,” katanya dikutip dari Antara.
Keputusan akhir mengenai perubahan logo Projo akan ditentukan melalui forum kongres yang digelar pada Sabtu hingga Minggu, 2 November 2025.
Baca Juga: Budi Arie Bantah Terima Jatah 50 Persen dalam Kasus Judi Online
Dalam forum tersebut, arah organisasi ke depan juga akan dibahas secara komprehensif. “Nanti akan kita putuskan di kongres ketiga ini. Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan eksekutif individu,” ujarnya.
Meski berencana mengubah logo, Budi Arie menegaskan bahwa Projo tidak akan mengganti nama. Ia juga berpendapat bahwa “Projo” merupakan singkatan dari “pro Jokowi”.
“Memang enggak ada (singkatan). Cuma teman-teman media kan ya, Projo (kepanjangannya) pro Jokowi, itu kan karena mudah dilafalkan saja,” katanya.
Lebih lanjut, Budi Arie menjelaskan bahwa istilah “Projo” berasal dari akar bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi.
“Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi, Projo itu sendiri artinya adalah ‘negeri’ dalam bahasa Sanskerta dan dalam bahasa Jawa Kawi itu artinya ‘rakyat’. Jadi, kaum Projo adalah ‘kaum yang mencintai negara dan rakyatnya’,” ucapnya.
Menurutnya, perubahan ini bukanlah bentuk perubahan ke arah politik, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi organisasi dalam mendukung kebijakan pemerintah yang baru.
Ia juga menyebut bahwa mantan Presiden Joko Widodo telah menyetujui langkah transformasi tersebut.
Ia juga berharap seluruh relawan dapat memahami jika dirinya suatu saat bergabung dengan partai politik tertentu yang kemudian secara terbuka, ia menyebut partai politik yang dimaksud adalah Partai Gerindra.
Editor Siti Anisatusshalihah