Plaju, rakyatpembaruan.com-
Suasana ceria tampak di kawasan Pokdakan Sungai Gerong, Kabupaten Banyuasin, Jumat (9/11/2025). Sebanyak 10 siswa SD Taman Siswa Sungai Gerong bersama beberapa siswa pendamping terlihat antusias mengikuti kegiatan kunjungan edukasi di Pusat Edukasi Perikanan Terintegrasi di Desa Sungai Gerong, Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.
Para siswa tersebut memperhatikan berbagai jenis ikan lokal yang dipelihara di kolam bioflok dan kolam tanah, mulai dari ikan patin dan lele. Mereka juga belajar mengenal tahapan budidaya ikan, mulai dari penebaran benih, pemberian pakan, hingga pengelolaan kualitas air.
Pusat Edukasi Perikanan Terintegrasi juga didukung PT Kilang Pertamina Internasional RU III Plaju di Desa Sungai Gerong melalui Program TJSL Belida Musi Lestari. Program ini dirancang sebagai sarana pembelajaran langsung bagi pelajar, pelajar, dan masyarakat untuk mengenal ekosistem perairan serta melakukan budidaya ikan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kami ingin menumbuhkan minat dan kepedulian generasi muda terhadap sumber daya perikanan lokal. Mereka bukan hanya belajar mengenal ikan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam,” ujar Siti Fauzia, Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju.
Selain menyasar pelajar dan pelajar, kegiatan ini juga menjangkau kelompok pengawas masyarakat (Pokmaswas) yang selama ini berprofesi sebagai nelayan tangkap. Para anggota Pokmaswas yang berasal dari Pulau Salah Nama, sebuah pulau di tengah Sungai Musi di Kelurahan Mariana Ilir, diberikan kesempatan mengikuti Kelas Pemijahan Ikan Lokal, agar ikut memahami teknik dasar budidaya dan pemijahan ikan air tawar.
“Pokmaswas kami dorong untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman (knowledge sharing) dengan pembudidaya masyarakatnya. Harapannya, mereka tidak hanya berperan dalam pengawasan sumber daya perairan, tetapi juga aktif berkontribusi pada upaya pelestarian melalui kegiatan pemijahan,” lanjut Fauzia.
Hingga kini, program Pusat Edukasi Perikanan Terintegrasi telah melibatkan 8 kelompok masyarakat, lebih dari 100 siswa, serta menghasilkan tiga penelitian terapan di bidang budidaya dan pengolahan hasil ikan berbasis zero waste. Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan perguruan tinggi, inisiatif ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan serta memperkuat konservasi ikan lokal di wilayah Sungai Gerong dan sekitarnya.
Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan Pertamina terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin SDG ke 14 (Kehidupan di bawah air), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Selain itu, program ini juga memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini operasi dan pemberdayaan masyarakat, dengan fokus pada pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan pembangunan sosial yang inklusif.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Kilang Pertamina Plaju dalam mewujudkan Refining Resilience tidak hanya dari konsistensi operasi kilang, tetapi juga melalui kontribusi terhadap pembangunan sosial dan lingkungan. Dengan semangat kolaboratif, Pertamina berupaya menghadirkan inovasi berkelanjutan yang memberi manfaat bagi generasi kini dan mendatang.(adi/rp)