Bantentv.com – Kegiatan Evaluasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) ditutup secara resmi oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid pada Senin, 8 Desember 2025, di Royal Palem Hotel, Cengkareng.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah OPD yang dinilai berprestasi dalam mendukung agenda pemerintahan digital.
Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa digitalisasi merupakan fondasi utama bagi tata kelola pemerintahan yang ingin bergerak menuju arah yang lebih modern.
“Transformasi digital bukan sekedar amanat regulasi, namun sudah terintegrasi secara jelas dalam RPJMD Kabupaten Tangerang, khususnya terkait efektivitas, efisiensi, dan keterbukaan penyelenggaraan pemerintahan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Maesyal Rasyid memaparkan perkembangan fiskal Kabupaten Tangerang selama enam tahun terakhir.
Berdasarkan data APBD, kebutuhan belanja daerah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari Rp5,7 triliun pada tahun 2020 hingga mendekati Rp9,5 triliun pada tahun 2025.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa layanan pemerintahan berbasis aplikasi sangat dibutuhkan untuk menjaga transparansi di tengah berkembangnya kebutuhan daerah.
“Ini membuktikan bahwa di era percepatan dan keterbukaan sekarang, dibutuhkan layanan yang semakin transparan berbasis aplikasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti indeks fiskal Kabupaten Tangerang yang menunjukkan peningkatan pesat. Jika pada tahun 2020 masih berada pada kategori menuju mandiri, maka sejak 2022 hingga 2025 sudah mencapai kategori sangat mandiri.

Ia menilai bahwa capaian tersebut menunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang tidak lagi bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.
“Komposisi ini membuktikan kedewasaan kita sebagai daerah yang pengelolaan keuangannya sudah tidak lagi bergantung pada transfer pusat. Kabupaten Tangerang telah terbukti mandiri dan pengelolaan APBD-nya yang jauh lebih tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid juga mengapresiasi penghargaan rutin yang diberikan oleh pemerintah provinsi terhadap Kabupaten Tangerang sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan APBD terbaik di Banten.
Ia menilai bahwa prestasi itu tidak terlepas dari kerja keras seluruh OPD, terutama inovasi yang dikembangkan Bapenda dalam memperkuat layanan berbasis digitalisasi.
Baca Juga: Rapat Koordinasi TPID & TP2DD se-Banten Tahun 2025, Dukung Ekonomi Berkualitas dan Pencapaian Visi Asta Cita
Selain berbicara mengenai kemandirian fiskal, ia menekankan pentingnya intensifikasi dan perluasan pendapatan daerah, terutama pada sektor pajak dan retribusi.
Ia meminta seluruh aparatur Bapenda menjaga profesionalitas dalam meningkatkan PAD tanpa adanya praktik yang bertentangan dengan aturan.
“Jangan ada niatan lain. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, sesuai regulasi, dan jadikan ini sebagai amanah dari rakyat untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Tangerang,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, saya kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD yang telah bekerja dengan baik dalam mendorong digitalisasi dan tata kelola pemerintahan yang transparan.
“Selamat kepada OPD atas prestasi yang diraih, dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi di tahun-tahun mendatang dalam rangka percepatan digitalisasi daerah melalui implementasi berbagai layanan berbasis aplikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang,” tutupnya.
Editor Siti Anisatusshalihah