Serang, Bantentv.com – Jembatan kayu di Kampung Kidongdong Pasir, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, menjadi akses vital bagi masyarakat setempat. Jembatan ini menghubungkan wilayah Kabupaten Serang dengan Kabupaten Tangerang, namun kondisinya kini dikeluhkan warga karena dianggap membahayakan keselamatan.
Berdasarkan pantauan Bantentv.com di lokasi, jembatan tersebut hanya cukup dilalui satu mobil atau sepeda motor secara bergantian.
Struktur jembatan sebagian besar terbuat dari kayu, dengan satu balok besi sebagai penyangga utama, membentang di atas Sungai Cisadane.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga akan potensi ambruk jika terus dibiarkan tanpa perbaikan.
Baca Juga: Jembatan Parung Lawang, Konektivitas Banten–Jawa Barat Makin Kuat
Risiko semakin meningkat saat hujan turun. Permukaan kayu menjadi licin, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Sedikit lengah dapat berakibat fatal, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Salah seorang pengendara asal Kabupaten Tangerang, Ginal Ma’arif, mengaku terpaksa melintasi jembatan tersebut setiap hari karena menjadi jalur terpendek menuju tempat kerjanya di kawasan industri Kibin, Kabupaten Serang.
“Saya kerja di Kibin Serang, jadi setiap hari bolak-balik lewat jembatan kayu ini karena jalurnya lebih cepat menuju Tangerang,” katanya, Minggu, 14 Desember 2025.
Ginal mengaku prihatin dengan kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan. Ia menyebut rasa khawatir selalu muncul, terutama saat hujan turun.
“Sebetulnya saya takut lewat sini, apalagi kalau hujan licin. Tapi jembatan ini memotong jarak ke rumah saya di Kecamatan Gunung Kaler,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki atau membangun jembatan baru yang lebih aman dan permanen, mengingat jalur-jalur tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya para pekerja pabrik.
Editor Siti Anisatusshalihah