Bantentv,com – Agak Laen 2: Menyala Pantiku mencatatkan pencapaian impresif di industri perfilman nasional. Dalam waktu 28 hari persembahan, film garapan sutradara Muhadkly Acho ini berhasil meraih 9.223.143 penonton, melampaui pencapaian film pertamanya, Agak Laen (2024), yang mengumpulkan 9.126.607 penonton sepanjang masa tayang.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan oleh rumah produksi Imajinari melalui akun Instagram @imajinari.id pada 26 Desember 2025.
“Sampai kemarin, ada 9.223.143 penonton yang udah liat Fajar, anak kesayangan Oma Ida akhirnya datang,” tulis Imajinari dalam unggahannya.
Unggahan tersebut juga disertai ajakan interaktif kepada penonton. “Yang udah liat boleh absen di bawah. Yang belom liat berarti kudu nonton lagi,” lanjut keterangan tersebut.
Baca Juga: Agak Laen 2 Tembus 8,3 Juta Penonton, Salip Avengers dan Spider-Man
Dengan raihan tersebut, Agak Laen 2: Menyala Celanaku kini resmi menyandang status sebagai film Indonesia terlaris ketiga sepanjang masa.
Film ini sukses menggeser posisi KKN di Desa Penari, yang sebelumnya menempati peringkat atas dengan total 10.061.033 penonton.
Saat ini, posisi puncak daftar film Indonesia terlaris masih ditempati oleh Jumbo dengan 10.233.002 penonton.

Namun, jarak antara Agak Laen 2 dan posisi terbaik cukup cukup tipis, membuka peluang besar bagi film ini untuk terus merangsek naik.
Performa kuat tersebut bukanlah kejutan. Dalam 23 hari mempersembahkan, Agak Laen 2 sudah mengantongi lebih dari 8,3 juta penonton dan sempat menempati posisi lima besar film terlaris Indonesia sepanjang masa.
Mengandalkan kekuatan empat komika populer Tanah Air, Indra Jegel, Boris Bokir, Oki Rengga, dan Bene Dion, film ini mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan layar, termasuk dominasi film blockbuster Avatar: Fire and Ash yang sejak 17 Desember 2025 menguasai jumlah layar bioskop nasional.
Konsistensi peningkatan jumlah penonton membuat Agak Laen 2: Menyala Celanaku terus menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial dan platform digital, sekaligus menegaskan daya tarik film komedi lokal di tengah gempuran film internasional.