Lebak, Bantentv.com – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, produksi arang kayu perajin di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami perubahan signifikan. Peningkatan ini memicu tingginya permintaan konsumen terhadap kebutuhan perayaan malam tahun baru.
Perajin arang kayu di Desa Muncang Kopong mengaku permintaannya mulai meningkat sejak beberapa hari terakhir.
Arang banyak diburu masyarakat untuk keperluan membakar jagung, sate, hingga kebutuhan makan bersama keluarga saat malam pergantian tahun.
Dalam sehari, sedikitnya empat hingga lima pengepul datang langsung ke lokasi produksi untuk membeli arang kayu.
Baca Juga: Perajin Arang Kayu Kebanjiran Orderan Hingga 100 Persen, Bahan Baku Sulit Didapatkan
Tingginya permintaan membuat perajin terpaksa membatasi penjualan dengan memprioritaskan pesanan yang masuk lebih awal.
Salah satu perajin, Nurhidayah, menyebutkan permintaan jelang tahun baru bisa mencapai 100 persen dibandingkan hari biasa.
“Permintaan naik drastis. Bukan hanya dari warga Lebak, tapi juga dari Tangerang, Bogor, sampai Jakarta,” ujar Nurhidayah.
Ia menjelaskan, harga arang kayu saat ini dijual di kisaran Rp3.600 per kilogram, dibeli langsung di tempat produksi.
Meski permintaan meningkat, perajin masih menghadapi kendala ketersediaan bahan baku.
Cuaca yang tidak menentu membuat pasokan kayu baku semakin terbatas, sehingga produksi belum bisa maksimal untuk memenuhi seluruh permintaan pasar.
Editor AF Setiawan