Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke zona merah sebesar 18,14 poin (0,2%) ke 8.992,18, pada perdagangan hari ini, Kamis 22 Januari 2026.
Meski pada pembukaan pagi tadi, IHSG sempat menyentuh 9.109,71, bergulir namunnya perdagangan hingga penutupan, berada di posisi terendah 8.992,1.
Hal ini berimbas dari melemahnya saham berbobot besar yang jadi pemberat, yakni saham PTRO dan saham BUMI.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan nilai perdagangan hari ini mencapai Rp38,06 triliun dari sejumlah 72,18 miliar saham, dengan frekuensi perdagangan yang menyentuh 4,09 juta kali.
Adapun saham yang berhasil diperdagangkan pada hari ini, ada sebanyak 331 saham melemah, dan 345 saham menguat serta sejumlah 128 saham yang stagnan atau tidak bergerak.
Dengan melemahnya IHSG hari ini, sejumlah saham menjadi alasannya, di antaranya saham energi, saham teknologi, dan saham perindustrian yang menjadi pemberat IHSG dengan masing-masing terkoreksi 1,85%, 1,71%, dan 0,96%.
Baca Juga: IHSG Melesat Ke Level 9.134, Saham Grup Bakrie Paling Laris
Sementara itu, lemahnya IHSG merupakan efek secara langsung dari ditekannya sejumlah saham big caps.
Berdasarkan data yang dikutip dari Bloomberg, Kamis 22 Januari 2026, sejumlah saham mengalami penurunan, di antaranya:
Petrosea (PTRO) berkurang 9,99 poin, Bumi Resources (BUMI) terkoreksi 9,89 poin, diikuti Barito Pacific (BRPT) yang berkurang 6,33 poin, Bumi Resources Minerals (BRMS) yang berkurang 5,24 poin, saham Bank Central Asia (BBCA) juga terus turun 4,75 poin, Darma Henwa (DEWA) berkurang 4,41 poin, Merdeka Gold Resources (EMAS) berkurang 4,34 poin, DCI Indonesia (DCII) menurun hingga 4,24 poin, berikutnya Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) yang turun 4,11 poin, dan Bukit Uluwatu Villa (BUVA) juga melemah ke 3,97 poin.
Adapun saham–saham energi lain yang juga menjadi pendorong melemahnya IHSG adalah PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) anjlok 10%, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) ambruk 9,9%, dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI) kehilangan 9,7%.
Disusul oleh pelemahan saham teknologi seperti PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang turun 14,9%, PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) melemah 14,2%, dan saham PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) yang mencetak koreksi 9,8%.
Editor Siti Anisatusshalihah