Lebak, Bantentv.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak mencatat timbulnya sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai sekitar 600 ton setiap hari.
Angka tersebut diperoleh dari perhitungan rata-rata produksi sampah per jiwa di Kabupaten Lebak yang mencapai sekitar 0,4 kilogram per hari, sehingga secara akumulatif menghasilkan ratusan ton sampah setiap harinya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Lebak, Nana Mulyana, menyampaikan bahwa jumlah tersebut menjadi tantangan serius dalam pengelolaan sampah di daerah.
“Dalam sehari, Kabupaten Lebak menghasilkan sekitar 600 ton sampah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat kemarin.
Meski demikian, DLH Kabupaten Lebak mengakui bahwa dari total timbulan sampah tersebut, baru sekitar 300 ton yang dapat ditangani setiap hari.
Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi belum optimalnya penanganan sampah secara menyeluruh.
Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana turut memperlambat proses pengelolaan sampah di berbagai wilayah.
DLH Lebak menyebut telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Lebak. Namun, sisa sekitar 300 ton sampah yang belum tertangani saat ini sebagian besar masih tertahan di lingkungan masyarakat.
Sampah tersebut umumnya dibuang ke area perkebunan atau dikubur secara mandiri oleh warga, yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Sementara itu, sampah yang berhasil ditangani DLH Kabupaten Lebak setiap harinya ditampung di dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yakni TPA Dengung di Kecamatan Maja dan TPA Cihara.
TPA Dengung tercatat menerima hingga 250 ton sampah per hari yang berasal dari 14 kecamatan, sedangkan TPA Cihara menampung sekitar 50 ton sampah dari empat kecamatan di wilayah selatan.
Kondisi tersebut dianggap berbahaya bagi lingkungan, terutama akibat sampah yang belum terkelola dengan baik. Nana menjelaskan, keterbatasan jumlah armada pengangkut menjadi kendala utama dalam menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak.
“Kita baru punya sekitar 16 armada. 14 di wilayah utara, sisanya di selatan. Idealnya ya sesuai jumlah kecamatan sih, sekitar 28 armada,” tuturnya.
DLH Kabupaten Lebak berharap ke depan anggaran yang terdapat dan penambahan armada agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih optimal dan merata, sehingga dampak lingkungan akibat sampah yang tidak tertangani dapat diminimalkan.
Editor Siti Anisatusshalihah