Cilegon, Bantentv.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon menyoroti pelaksanaan rotasi dan mutasi pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang dinilai berjalan lamban. Hal ini disebabkan proses rotasi mutasi dilakukan secara bertahap dan belum menyeluruh.
Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sokhidin, menyampaikan bahwa komposisi rotasi mutasi pejabat eselon II saat ini masih belum tuntas. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt), sementara beberapa pejabat eselon II belum memahami rotasi pengobatan.
“Dari komposisi rotasi mutasi pejabat eselon II, masih ada beberapa OPD yang diisi Plt. Selain itu, masih banyak pejabat eselon II yang belum terkena rotasi mutasi,” ujar Sokhidin.
Baca Juga: DPRD Kota Cilegon Desak Pemkot Segera Mutasi dan Rotasi Jabatan OPD
Ia menilai, pelaksanaan rotasi mutasi di Kota Cilegon terbilang paling lambat dibandingkan kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten yang telah lebih dulu melakukan penyegaran jabatan.
“Artinya rotasi mutasi ini belum final. Padahal, dibandingkan daerah lain di Banten, Cilegon termasuk yang paling lambat pelaksanaannya,” katanya.
Baca Juga: Rotasi Mutasi, Wali Kota Cilegon Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan
Sokhidin juga menyebut masih akan ada tahapan lanjutan rotasi mutasi yang mencakup pejabat eselon II, III, hingga IV. Namun, proses bertahap tersebut menilai memperlambat penataan birokrasi di lingkungan Pemkot Cilegon.
“Harapan saya, rotasi mutasi ini bisa dilakukan secara menyeluruh. Pejabat eselon II, III, dan IV sebaiknya segera menyusul agar kinerja pemerintahan lebih optimal,” tambahnya.
Diketahui, dalam rotasi mutasi terbaru, Wali Kota Cilegon melantik 14 pejabat serta menunjuk sejumlah Pelaksana Tugas, yakni Tunggul Fernando Simanjuntak sebagai Plt Kepala BPKPAD, Ratu Robiyatul Adawiyah sebagai Plt Direktur RSUD Kota Cilegon, dan Syafrudin sebagai Plt Inspektur.
Editor : Erina Faiha