Serang, Bantentv.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang melakukan inspeksi lapangan menyusul keluhan warga terkait bau menyengat yang tercium di wilayah Pakupatan dan Kemang.
Pemeriksaan dilakukan bersama Bidang PPKLH yang menangani pencemaran serta bidang pengawasan untuk mencari sumber penyebab bau tersebut.
Keluhan mengenai bau menyengat sebelumnya ramai disampaikan warga karena aroma tidak sedap itu disebut tercium hampir setiap hari. Warga menduga bau tersebut berasal dari pencemaran di aliran sungai yang berada di sekitar organisasi.
Kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, bau yang terus muncul juga berdampak terhadap kesehatan warga sekitar.
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kota Serang, Cece Saputra, menjelaskan bahwa tidak menerima laporan langsung terkait bau bau yang dikeluhkan masyarakat.
Dalam proses pemeriksaan sampel, pengambilan difokuskan pada kandungan amoniak. Langkah tersebut dilakukan karena keluhan utama warga terkait bau menyengat yang diduga berasal dari pihak tertentu di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Bau Menyengat di Sungai Pakupatan Ganggu Aktivitas Warga dan Pedagang
“Karena keluhan dari masyarakat itu terkait bau, untuk sampelnya kami fokus kepada amoniak, padahal memang banyak parameter yang kami uji, tetapi akan fokusnya pada amoniak,” ujar Cece Saputra.
Ia menjelaskan, hasil pengujian laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar 14 hari kalender sesuai prosedur standar operasional yang berlaku.
“Hasil pengujian sesuai dengan SOP itu kurang lebih 14 hari kalender, setelah itu hasilnya kita akan sampaikan ke Pak Kadis untuk disampaikan juga ke publik,” katanya.
Pemerintah Kota Serang memastikan akan menjamin hasil uji laboratorium untuk mengetahui sumber pencemaran yang menyebabkan bau tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya juga akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
Sementara itu, DLH Kota Serang mengimbau masyarakat tetap tenang sambil menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium terkait penyebab bau menyengat yang selama ini dikeluhkan warga Pakupatan dan Kemang.
Editor Siti Anisatusshalihah