Bantentv.com – Ramadhan tinggal menghitung hari. Bulan suci yang dinanti-nanti umat Islam ini selalu menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah. Namun menjelang Ramadhan, tak sedikit yang mulai bertanya-tanya, bagaimana jika masih memiliki hutang puasa Ramadhan tahun lalu? Kapan batas akhir untuk membayar utang puasa Ramadhan tersebut?
Pertanyaan ini penting, karena kewajiban puasa Ramadhan tidak gugur begitu saja. Bagi yang berhalangan pada Ramadhan sebelumnya, qada puasa tetap harus ditunaikan sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.
Penjelasan Ulama tentang Batas Waktu Qada
Dilaporkan dari akun resmi Kementerian Agama RI, para ulama, di antaranya Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslimmenjelaskan bahwa praktik yang dilakukan Aisyah RA menunjukkan batas akhir qada puasa Ramadhan adalah sebelum memasuki Ramadhan selanjutnya.
Hal ini Merujuk pada kebiasaan Aisyah RA yang menunaikan qada di bulan Syakban.
Aisyah RA menceritakan pengalamannya dalam mengatur waktu untuk mengganti puasa Ramadhan di tengah kesibukannya:
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ
“Dahulu aku memiliki utang puasa Ramadhan, dan aku tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Syakban” Sumber: Shahih Bukhari (Hadis No. 1950) dan Shahih Muslim (Hadis No. 1146).
Baca Juga: Masih Punya Utang Puasa? Ini Waktu Tepat Qada Puasa Ramadhan Sebelum Terlambat
Secara umum, waktu untuk melaksanakan qada puasa Ramadhan cukup panjang. Kesempatan itu terbuka sejak berakhirnya Ramadhan hingga menjelang Ramadhan tahun berikutnya.
Artinya, seorang Muslim memiliki waktu hampir satu tahun penuh untuk menunaikan kewajiban tersebut.
Batas akhir yang disepakati para ulama adalah sebelum terbit fajar pada 1 Ramadhan berikutnya.
Jika Ramadhan kembali tiba sementara utang puasa belum memberikan izin tanpa uzur yang diperbolehkan, maka ada konsekuensi hukum yang perlu diperhatikan sesuai pendapat para ulama.
Bulan Syakban sering menjadi momentum terakhir bagi mereka yang masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan.
Oleh karena itu, menjelang Ramadhan, penting untuk mengingat kembali dan memastikan tidak ada kewajiban yang tertunda.
Editor Siti Anisatusshalihah