Bantentv.com – Malam Ramadhan sering berakhir dengan rasa lelah. Ada yang pulang tarawih larut, ada yang tertidur sebelum sahur. Di tengah suasana itu, satu pertanyaan kerap muncul di benak banyak umat Islam, bagaimana jika lupa niat puasa? Apakah puasanya tetap sah?
Pertanyaan ini bukan hal sepele. Niat merupakan salah satu rukun puasa yang menentukan sah atau tidaknya ibadah. Oleh karena itu, pembahasan niat puasa selalu menjadi perhatian menjelang dan selama bulan Ramadhan.
Dalam puasa wajib seperti Ramadhan, qadha, dan nazar, niat harus dilakukan sebelum terbit fajar. Ketentuan ini berbeda dengan puasa sunnah, yang masih memberi kelonggaran untuk niat di siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Menurut Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam. Pendapat ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa puasa tanpa niat di malam hari tidak dianggap sah.
Baca Juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri atau Berjamaah di Rumah
Pandangan ini juga dijelaskan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’.
Namun, tidak sedikit umat Islam yang khawatir lupa berniat karena tertidur atau kelelahan. Dalam kondisi inilah, pendapat Mazhab Maliki kerap menjadi pegangan yang menenangkan.
Mazhab Maliki berpandangan bahwa niat puasa Ramadhan cukup dilakukan sekali pada malam pertama hingga satu bulan penuh.
Alasannya, puasa Ramadhan dipandang sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh dan berkesinambungan. Pendapat ini dijelaskan oleh Yusuf Al-Qaradlawi dalam kitab Fiqih al-Shiyam.
Pendapat tersebut sering diamalkan sebagai bentuk kehati-hatian. Dengan niat setiap penuh, seorang Muslim tetap memiliki pegangan jika suatu malam lupa memperbarui niat.
Penjelasan ini sejalan dengan pandangan fikih yang selama ini dijadikan referensi dalam kajian keislaman, termasuk yang kerap disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Meski demikian, para ulama tetap memperingatkan umat Islam untuk membiasakan diri berpuasa setiap malam Ramadhan, sebagaimana pendapat Mazhab Syafi’i.
Kebiasaan ini biasanya dilakukan setelah salat tarawih atau saat bangun sahur, sekaligus sebagai penguat kesadaran spiritual sebelum menjalani puasa esok hari.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Harian
Berikut bacaan umum yang dibaca setiap malam:
Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh sebagai berikut:
Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”
Dengan memahami perbedaan pendapat para ulama, umat Islam diharapkan dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang, tanpa rasa cemas berlebihan, dan tetap menjaga kualitas ibadah di bulan suci.