Serang, Bantentv.com – Keselamatan di jalan raya masih menjadi masalah serius di Banten. Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Maung 2026, ribuan pengendara tercatat melanggar peraturan lalu lintas. Pelanggaran paling dominan berasal dari pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm.
Operasi yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Banten bersama jajaran Satlantas Polres sejak 2 hingga 15 Februari 2026 menegaskan bahwa ancaman kecelakaan masih membayangi aktivitas harian masyarakat. Terutama terjadi di jam-jam sibuk dan jalur rawan.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Banten Himawan Aji Angga menyampaikan, operasi ini tidak hanya berfokus pada penindakan. Selain itu, operasi juga membangun kesadaran pengendara agar lebih peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain.
“Selama operasi, kami mencatat 18.427 penindakan, baik melalui tilang ETLE maupun manual,” ujar Himawan Rabu, 18 Februari 2026.
Baca Juga: Hari Kedua Operasi Zebra, Pelanggar Tanpa Helm Membludak di Pandeglang
Data kepolisian menunjukkan, pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengendara usia produktif 26–30 tahun. Ini adalah kelompok usia yang setiap hari menggunakan jalan raya untuk bekerja dan beraktivitas.
“Tidak mengenakan helm menjadi pelanggaran terbanyak, kondisi yang berpotensi fatal saat terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Di sisi lain, pendekatan humanis juga terus dilakukan. Ditlantas Polda Banten mencatat 23.194 kegiatan pre-emtif, mulai dari penyuluhan, pelatihan, hingga pendidikan masyarakat.
Upaya pencegahan pun dilakukan hampir 14 ribu kali, termasuk pengaturan lalu lintas, patroli, dan penjagaan di titik rawan kecelakaan.
Selain pelanggaran individu, petugas juga menindak 52 travel gelap dan 26 kendaraan barang yang mengangkut penumpang. Praktik ini sering membahayakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Meski Operasi Keselamatan Maung 2026 telah berakhir, kepolisian menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak berhenti pada operasi semata.
Risiko kecelakaan akan selalu mengintai selama pengendara masih mengabaikan aturan dasar di jalan raya.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kepatuhan masyarakat sangat menentukan terciptanya keamanan dan kesejahteraan lalu lintas di wilayah Banten,” tutup Himawan.
Editor AF Setiawan