Cilegon, Bantentv.com – Industri Pengelolaan Sampah Terpadu (IPST) ASARI menyelesaikan proses commissioning mesin pirolisis baru yang memiliki kapasitas 200 kilogram dalam satu kali operasi.
Dengan tambahan ini, kemampuan pengolahan sampah plastik meningkat, sehingga total kapasitas mencapai sekitar 300 kilogram per siklus.
Peningkatan kapasitas tersebut memberikan dampak signifikan terhadap sistem pengelolaan sampah, khususnya dalam mengurangi pengemasan sampah plastik.
Kehadiran dua mesin pirolisis di IPST ASARI memungkinkan pengolahan sampah dalam jumlah lebih besar dan lebih terstruktur.
Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, Nicko Setyabudi, menyampaikan bahwa saat ini fasilitas tersebut mampu mengelola lebih dari 35 ribu kilogram atau sekitar 35 ton LVP setiap tahun.
“Peningkatan kapasitas ini memungkinkan lebih banyak sampah plastik dialihkan ke jalur pengolahan yang lebih terstruktur, sehingga memberi nilai tambah bagi sistem pengelolaan sampah di tingkat komunitas,” katanya.
Baca Juga: IPST Asari Meningkatkan Kapasitas Pengolahan Sampah Plastik hingga 300 Kg per Hari
Ia menjelaskan, teknologi pirolisis yang digunakan mampu mengolah berbagai jenis sampah plastik seperti polietilen (PE), polipropilen (PP), dan polistiren (PS).
Material tersebut kemudian diproses menjadi minyak dengan karakteristik yang menyerupai solar, sehingga memberikan nilai tambah dari sampah yang sebelumnya tidak termanfaatkan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular serta meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Indonesia.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pengolahan sampah tidak hanya fokus pada pengurangan volume, tetapi juga pada pemanfaatan kembali hasil olahan.
Nicko berharap penambahan mesin ini dapat memperluas kontribusi IPST ASARI dalam menekan jumlah sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Selain itu, upaya ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.
Editor Siti Anisatusshalihah