Bantentv.com – Di tengah polemik mengenai tanggung jawab penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), nama Tasya Kamila turut menjadi sorotan.
Perbincangan ini membahas setelah kasus Dwi Sasetyaningtyas ramai dibicarakan dan memicu pertanyaan publik tentang kontribusi para penerima penghargaan bagi Indonesia.
Menanganggapi hal tersebut, Tasya melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa, 24 Februari 2026, mengunggah tulisan berjudul “Laporan Kontribusi Sebagai Penerima Alumni LPDP”.
Baca Juga: Viral Ucapan “Cukup Saya WNI”, Suami Dwi Sasetyaningtyas Sepakat Kembalikan Dana LPDP
Dalam unggahan itu, ia memaparkan kiprahnya setelah menyelesaikan studi sekaligus menegaskan bahwa masyarakat berhak menyerap dampak nyata penerima beasiswa yang dibiayai dana publik.
Sebagai informasi, Tasya merupakan penerima beasiswa LPDP jenjang magister. Ia menempuh studi Magister Administrasi Publik dalam Kebijakan Energi dan Lingkungan di Universitas Columbia, Amerika Serikat, dan telah lulus delapan tahun yang lalu.
Bidang tersebut dipilihnya karena selaras dengan minatnya pada isu lingkungan hidup dan kebijakan publik, yang telah ia tekuni sejak dipercaya sebagai Duta Lingkungan Hidup pada tahun 2005.
Kontribusi Tasya Kamila selama Masa Bakti LPDP (2018–2023)
Sebagai bentuk pertanggungjawaban selama masa bakti LPDP periode 2018–2023, berikut sejumlah kontribusi yang ia sampaikan kepada publik:
- Berkomitmen untuk kembali ke Indonesia setelah lulus dan menjalani masa bakti di Indonesia.
- Menjadi jembatan antara pemerintah (pembuat kebijakan) dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik.
- Tetap aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terlibat dalam berbagai program edukasi lingkungan secara memikat maupun berani, menjadi pembawa acara podcast, serta menjadi Dewan Pertimbangan Kalpataru Tahun 2022.
- Bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam kegiatan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai beragam program pemerintah.
- Kementerian dan lembaga yang telah bekerja sama antara lain: KLHK, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Kominfo (Komdigi), Kementerian Pendidikan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian BUMN, Bappenas, KPK, serta LPDP.
- Melakukan gerakan akar rumput untuk transmisi melalui Yayasan Green Movement Indonesia.
- Membagikan berbagai materi edukasi melalui media sosial dan menyelenggarakan workshop mengenai pemilahan sampah, pengomposan dari rumah, serta berbagai isu lingkungan lainnya.
- Membentuk komunitas peduli lingkungan dengan lebih dari 500 relawan.
- Berkolaborasi dengan perusahaan FMCG dan toko ritel untuk menghadirkan dropbox sampah kemasan.
- Berkolaborasi dengan berbagai organisasi dalam program carbon offset, sirkular ekonomi, reboisasi, dan penanaman mangrove.
- Anggotadayakan pemuda Indonesia melalui kegiatan talkshow, seminar, dan workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan.
- Menghadiri lebih dari 100 acara sebagai pembicara, mengunjungi sedikitnya 50 universitas dan sekolah di Indonesia, serta menjangkau lebih dari 10.000 pemuda Indonesia.
- Melalui media sosial, secara konsisten membagikan tips dan motivasi untuk menempuh pendidikan tinggi, termasuk berbagi kiat memperoleh beasiswa LPDP. Video mengenai perkuliahan S2 telah ditonton lebih dari 1 juta kali di YouTube.
- Menjadi pengajar di sebuah platform pendidikan berani dengan mengampu mata pelajaran Geografi/Lingkungan dan Bahasa Inggris untuk tingkat SMA.
- Berperan aktif dalam industri kreatif Indonesia serta turut melestarikan lagu anak Indonesia.
- Musik merupakan bagian dari budaya, dan lagu anak yang berkualitas mendukung perkembangan anak.
- Lagu “Apa Kabar” bersama Arrasya yang dirilis pada tahun 2023 telah mencapai lebih dari 10 juta tayangan di YouTube dan memperoleh penghargaan AMI Awards pada tahun 2024.
- Memanfaatkan platform media sosial untuk membagikan seputar pengasuhan (parenting), tumbuh kembang anak, dan kesehatan guna mendukung terwujudnya informasi Generasi Emas Indonesia.
“Di zaman sekarang, aku rasa ada banyak cara dan kesempatan bagi kita untuk berkontribusi kepada negeri. Baik itu secara konvensional (seperi bekerja di kantor) maupun secara modern (seperti menjadi influencer yang bisa menggerakan semangat hingga suatu aksi bisa menjadi policy dan sebaliknya,” tutup Tasya.
Editor Siti Anisatusshalihah