Bantentv.com – Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 masehi, menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pasalnya, peningkatan konsumsi rumah tangga pada hari besar keagamaan tersebut sangat besar. Hal tersebut menjadi penilaian bagi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tentang potensi peningkatan konsumsi ekonomi di masyarakat Indonesia saat ini.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan, peningkatan ekonomi diukur dari perputaran uang pada konsumsi rumah tangga yang terjadi selama hari raya dan libur Idulfitri yang berpotensi meningkat rata-rata 10%–15%.
“Perputaran uang selama perayaan dan libur Idulfitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10%–15% menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I 2026 yang ditargetkan sebesar 5,4% hingga 5,5%,” kata Sarman Simanjorang dalam keterangannya, dikutip dari Beritasatu, Selasa, 17 Maret 2026.
Baca Juga: Tingkatkan Potensi PAD, Kadin Pandeglang Gali Potensi Pariwisata
Sarman menerangkan, optimisme tersebut juga didukung oleh aktivitas ekonomi pada kuartal I 2026 secara keseluruhan. Pada periode tersebut terdapat sejumlah momentum libur besar, mulai dari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, hingga Tahun Baru Imlek pada bulan Februari.
“Maka kami sangat optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 dapat mencapai target,” ujarnya.
Untuk itu, dalam memaksimalkan potensi tersebut, Sarman mengingatkan, pemerintah bersama para pemangku kepentingan perlu menjaga psikologi di tengah masyarakat akibat konflik global.
“Yang paling penting pemerintah dapat menjaga psikologi masyarakat dengan memberikan jaminan dan memastikan bahwa ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah Lebaran 2026, sehingga masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya di daerah masing-masing,” terang Sarman.
Baca Juga: Bupati Serang Dorong Kadin Fasilitasi Pelaku UMKM
Ia menambahkan, saat ini masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik global, termasuk konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi mempengaruhi pasokan energi.
“Hal ini penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri,” katanya.
Saat ini, diketahui pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi guna mendukung konsumsi dan mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran tahun ini.
Beberapa kebijakan tersebut di antaranya, program diskon transportasi darat, laut, dan udara, kepastian pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja, pemberian bonus hari raya (BHR) bagi mitra pengemudi dan kurir bold, hingga penerapan bekerja dari mana saja (work fromwhere/WFA) selama lima hari bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja swasta.
Editor : Erina Faiha