Serang, Bantentv.com – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, tancap gas merealisasikan proyek betonisasi jalan dan drainase di sejumlah titik krusial.
Proyek ini menyasar wilayah Taktakan, Kasemen, hingga Walantaka guna menuntaskan keluhan warga terkait jalan rusak dan banjir.
Didampingi Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, saat meninjau tiga titik betonisasi, Budi menegaskan pembangunan tahun 2026 ini merupakan respon langsung terhadap aspirasi masyarakat.
Dari 17 titik betonisasi dan 1 titik pejalan kaki di Jalan Juhdi, betonisasi jalan di antaranya di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan berupa betonisasi dan perbaikan drainase jalur Rumah Sakit Fatimah hingga Jalan Takari untuk mengatasi banjir.
Di wilayah Kronjen, Kecamatan Kasemen penuntasan jalur sepanjang 1,9 KM dengan total anggaran mencapai sekitar Rp9,4 miliar bersumber dari APBD dan Bankeu.
“Ini titik kedua betonisasi di Kronjen dengan nilai Rp2,4 miliar dari APBD Kota. Minggu depan lanjutannya sepanjang 1,9 kilometer senilai Rp7 miliar dari Bantuan Keuangan (Bankeu). Jadi kita sambung terus agar tuntas sampai ke depan,” jelas Budi saat meninjau betonisasi di Kasemen, Senin, 20 April 2026.
Baca Juga: Usung Konsep Modern, Alun-alun Barat dan Timur Kota Serang Akan Disatukan
Kemudian di Kecamatan Walantaka, tepatnya Kelurahan Pabuaran berupa Rekonstruksi jalan Kebon Sawo hingga Pedali sepanjang 800 meter dengan nilai Rp1,6 miliar bersumber dari APBD Murni Kota Serang.
Budi Rustandi secara tegas mengandung DPUPR untuk mengawasi kualitas pekerjaan di lapangan. Politisi Gerindra ini mengancam tidak akan membayar kontraktor jika hasil pekerjaan menyimpang dari spesifikasi.
”Harus sesuai spek! Saya sudah perintahkan Pak Kadis, kalau tidak sesuai jangan dibayar. Kita bekerja normatif agar tidak ada temuan audit,” tegas Budi.
Meski menghadapi pemotongan anggaran pusat sebesar Rp200 miliar, Pemkot Serang tetap mengalokasikan anggaran pagi sekitar Rp68,1 miliar lebih dari APBD dan Bankeu untuk betonisasi jalan sepanjang 18,831 kilometer tahun ini.
Budi pun meminta masyarakat yang wilayahnya belum ragu untuk bersabar karena pembangunan dilakukan secara bertahap melalui efisiensi anggaran dan peningkatan PAD.
”Semua diproses secara bertahap. Kami fokus mengalihkan anggaran yang kurang sepenuhnya ke infrastruktur untuk mendorong ekonomi lokal,” tutupnya.
Editor Siti Anisatusshalihah