Serang, Bantentv.com – Pemerintah Kota Serang menggandeng Yayasan Genzi-O untuk melatih 2.000 ibu rumah tangga (IRT) dalam pembuatan minuman kesehatan usus.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi IRT dari lingkungan rumah tangga, sekaligus mendukung program Serang Sehat dan Serang Preneur dengan target satu keluarga memiliki satu pelaku usaha.
Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, pada Rabu siang, dan dibuka langsung oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi.
Para IRT yang mengikuti berasal dari pelatihan dari Kecamatan Taktakan dan Curug, dengan harapan mampu mengembangkan keterampilan menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.
Pelatihan ini tidak menggunakan anggaran APBD dan menitikberatkan pada pemahaman bahwa kesehatan usus memiliki peran penting sebagai “otak kedua” manusia.
Selain aspek kesehatan, pelatihan ini juga membuka peluang ekonomi bagi para IRT agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dalam Perayaannya, Budi Rustandi menekankan pentingnya keseriusan IRT dalam mengikuti pelatihan serta menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Ia juga mendorong para peserta untuk membangun kerja sama dalam mengembangkan usaha.
“Saya hanya menyampaikan tiga hal kepada peserta. Pertama, serius dalam belajar, memahami ilmunya. Kedua, jaga kualitas, jangan kejar untung terlalu cepat. Terakhir, kolaborasi, usahakan tidak jalan sendirian, bentuklah kelmpok, untuk saling membantu pemasaran,” ungkap Budi.
Pemerintah Kota Serang juga menyatakan siap memfasilitasi pengembangan usaha para IRT agar lebih terarah dan berkembang.
Baca Juga: Modus Kenalan Lewat HP, Motor IRT di Carita Dibawa Kabur Kenalan Baru
Dalam pelatihan ini, IRT dibekali berbagai materi, mulai dari proses fermentasi, standar higienitas, hingga pengurusan izin PIRT dan BPOM. Bekal tersebut diharapkan membuat produk yang dihasilkan oleh IRT memenuhi standar dan dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Kepala Dinas Sosial Kota Serang, Kusna Ramdani, menyampaikan bahwa tahap awal pelatihan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan keluarga terlebih dahulu sebelum masuk ke pemasaran yang lebih luas.
“Kalau untuk pemasaran itu tingkat lebih lanjut, nanti. Tapi minimal saat ini, mereka bisa menyediakan minuman sehatnya untuk keluarga terdekat dulu,” kata Kusna.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para IRT di Kota Serang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang lebih sehat.
Editor Siti Anisatusshalihah