Bantentv.com – Kue pukis itu seperti potongan kecil kenangan hangat, lembut, dan selalu punya tempat di hati banyak orang Indonesia.
Dari pinggir jalan sampai pasar tradisional, aroma manisnya sering jadi “pemanggil” yang sulit ditolak.
Asal Mula Kue Pukis
Kue pukis dipercaya lahir dari perpaduan budaya lokal dengan sentuhan kuliner Belanda. Bentuknya yang lingkaran setengah mengingatkan pada kue “poffertjes”, namun rasanya jelas khas Indonesia banget.
Adonan pukis menggunakan santan dan ragi, menghasilkan tekstur yang empuk, sedikit berpori, dan wangi khas. Seiring waktu, kue ini berkembang dari jajanan sederhana menjadi camilan legendaris yang terus bertahan di tengah gempuran dessert modern.
Resep Kue Pukis Rumahan (± 12 buah)
Bahan:
- 250 gram tepung terigu
- 2 butir telur
- 150 gram gula pasir
- 1 sdt ragi instan
- 300 ml santan hangat
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt vanili
- Margarin secukupnya (untuk olesan)
- Topping (opsional): Keju parut, meses cokelat, irisan pisang, atau kacang
Baca Juga: Smash Burger Quesadilla Homemade, Menu Viral yang Juicy dan Mudah Dibuat
Cara Membuat:
- Kocok telur dan gula hingga larut dan mengembang sedikit.
- Masukkan tepung terigu, aduk rata.
- Tuang santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk agar tidak menggumpal.
- Tambahkan ragi, garam, dan vanili. Aduk rata.
- Diamkan adonan selama 30–45 menit hingga mengembang.
- Panaskan cetakan pukis dan olesi margarin.
- Tuang adonan hingga 3/4 cetakan, beri topping sesuai selera.
- Tutup cetakan dan masak dengan api kecil sampai matang dan bagian bawah kecokelatan.
- Angkat dan sajikan hangat.
Tips Bikin Pukis yang Lembut dan Menggoda
- Gunakan santan hangat, bukan panas agar ragi tetap aktif dan adonan bisa mengembang sempurna.
- Fermentasi jangan dilewatkan, ini kunci tekstur pukis yang empuk dan berpori.
- Api kecil itu wajib, supaya pukis matang merata tanpa gosong di bawah.
- Cetakan harus panas dulu, biar adonan langsung “set” dan tidak lengket.
- Jika ingin lebih lembut, maka bisa tambahkan sedikit margarin cair ke dalam adonan.
Kue pukis memang sederhana, tapi justru di situlah daya tariknya. Satu gigitan bisa membawa kita ke suasana sore hari di pasar, ditemani obrolan santai dan segelas teh hangat.
Mau klasik dengan meses atau kekinian dengan topping melimpah, pukis tetap punya pesonanya sendiri.
Editor Siti Anisatusshalihah