Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar Entry Meeting Audit Kinerja Program Revitalisasi PTN TA 2024-2025 bertempat di Ruang Rapat Lantai II KPA UNSRI Indralaya, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan awal proses audit yang dilaksanakan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains dan Teknologi.
Wakil Rektor UNSRI, Prof. Bernadette Robiani, M.Si. dalam Berbagainya menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah hadir pada acara tersebut dan mendukung lancarnya proses Audit Kinerja Program Revitalisasi PTN Tahun Anggaran 2024-2025.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Rektor, Ketua SPI, Dekan, dan Wakil Dekan di Universitas Sriwijaya. Terima kasih juga kepada tim Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains dan Teknologi yang telah hadir pada pertemuan kita pagi ini. Besar harapan audit kita kali ini dapat berjalan lancar,” Ujarnya.
Menurutnya, proses audit akan dilakukan secara langsung agar berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa pihak universitas siap melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang secara administratif masih perlu disempurnakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Silakan diinformasikan seluruh data dan informasi yang diperlukan. Barangkali ada hal-hal yang secara administrasi perlu kita perbaiki, kami siap memperbaikinya. Ada hal-hal yang barangkali keliru kita akan koreksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan yang sudah baik juga akan kita pertahankan serta tingkatkan agar kinerja di Universitas Sriwijaya dari waktu ke waktu semakin baik,” ucapnya.
Sementara itu dari pihak Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains dan Teknologi mengatakan bahwa fokus utama dari audit tersebut adalah kesesuaian kinerja, pertanggungjawaban penggunaan anggaran, pemanfaatan aset, dan pencapaian program yang telah dijalankan.
“Jadi fokus pemeriksaan kali ini ada pada pelaksanaan serta perencanaan program, kemudian pertaggungjawaban penggunaan anggaran, lalu pemanfaatan aset, dan pencapaian keseragaman program kerja selama tahun 2024 sampai 2025,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian audit yang akan dilakukan adalah wawancara, klarifikasi, dan pengecekan fisik di lapangan.
“Nanti untuk teknisnya dari audit akan kita awali dengan wawancara terlebih dahulu, kemudian ada klarifikasi, dan pengecekan langsung di lapangan,” Ujarnya.
Acara tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi antara pihak UNSRI dan Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains dan Teknologi. (adi/rp) (Haris_Mg6)