Kegiatan pendampingan yang dikemas dalam bentuk lokakarya dan rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat program perencanaan kesehatan berbasis data, terintegrasi dengan kebijakan nasional, serta mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan perencanaan yang lebih efektif, akuntabel, dan berdampak langsung bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Workshop ini diikuti oleh 38 peserta yang berasal dari berbagai unsur, yaitu Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam, Tim Perencanaan Lokus Kota Pagar Alam, Bappeda Kota Pagar Alam, Kepala UPTD Puskesmas, RSUD, serta UPTD Laboratorium Kesehatan.
Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Fatmalina Febri, S.KM., M.Si., dengan anggota tim Siti Halimatul Munawarah, SKM, M.KM., Dindi Paizer, M.Kes., dan Trie Mienilawati, SE. Workshop ini menghadirkan empat narasumber utama yang fokus pada perencanaan program kesehatan, sinkronisasi program pusat dan daerah, penyusunan Renstra dan Renja, serta perencanaan program kesehatan dengan pendekatan Problem Solving Cycle.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam, Desi Elviani, SE., MM., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa program perencanaan kesehatan di Dinas Kesehatan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap proses perencanaan yang sistematis, terintegrasi, dan berbasis data. Ia juga menekankan pentingnya memahami kondisi kesehatan masyarakat, fasilitas, sumber daya manusia, isu-isu kesehatan utama berdasarkan urgensi, serta intervensi yang efektif dan terukur.
“Perencanaan program kesehatan harus disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Mahydin, S.Pt., MM., dari Bidang Perencanaan dan Evaluasi Bappeda Kota Pagar Alam memaparkan materi yang bertajuk “Sinkronisasi Program Kesehatan Pusat dan Daerah Tahun 2027.”
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa sinkronisasi program kesehatan harus merujuk pada keterkaitan dokumen perencanaan mulai dari RPJPN, RPJMN, RPJMD Provinsi, hingga RPJMD Kota. Ia juga memaparkan kondisi makro daerah Kota Pagar Alam, termasuk kondisi geografis, demografi, pertumbuhan ekonomi, IPM, tingkat kemiskinan, kemiskinan, dan isu-isu strategis daerah.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Fatmalina Febry, S.KM., M.Si., yang memaparkan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan sistematika penyusunan Renstra berdasarkan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dan regulasi terbaru Inmendagri Nomor 2 Tahun 2025. Ia juga menguraikan perubahan struktur Renstra yang sebelumnya terdiri dari delapan bab menjadi lima bab, serta pentingnya mengadakan dokumen dengan pedoman yang berlaku sebelum disampaikan ke Bappeda untuk ulasannya.
Pada sesi terakhir, Siti Halimatul Munawarah, SKM, M.KM., menjelaskan tentang perencanaan program kesehatan dengan pendekatan Problem Solving Cycle. Dalam paparannya ia menjelaskan bahwa perencanaan merupakan inti manajemen kesehatan yang mengarahkan penggunaan sumber daya secara efektif. Ia juga memaparkan tahapan Problem Solving Cycle mulai dari analisis situasi, identifikasi masalah, penetapan prioritas, hingga monitoring dan evaluasi.(adi/rp) (Rilis FKM/ Ara_Humas)