Serang, Bantentv.com- Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar masa khidmah 2026-2031 menggelar rapat tim formatur di Hotel Le Semar, Kota Serang, Sabtu 2 Mei 2026.
Formatur waktu rapat meliputi Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini dan Ketua Majelis Amanah Embay Mulya Syarief, serta para pengurus PB Mathla’ul 2026 – 2031.
Melalui kepemimpinan Ketua Umum Jazuli Juwaini dan Ketua Majelis Amanah Embay Mulya Syarief, organisasi Islam yang lahir sebelum kemerdekaan ini akan fokus pada tiga pilar utama, Pendidikan, Dakwah, dan Sosial.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Jazuli Juwaini, menyatakan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam mengubah generasi bangsa. Saat ini, Mathla’ul Anwar menaungi sekitar 3.000 sekolah diseluruh Indonesia.
Baca Juga: Muktamar Mathla’ul Anwar Tetapkan Jazuli Juwaini Sebagai Ketua Umum
”Pendidikan adalah risalah pertama kami. Sebagai bentuk komitmen periode 2026-2031, dalam waktu dekat kami akan menyerahkan bantuan rekonstruksi untuk sekolah-sekolah yang rusak atau roboh,” ujar Jazuli.
Jazuli menambahkan, tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah kesejahteraan tenaga pendidik. Untuk itu, PB Mathla’ul Anwar akan aktif membangun sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga sektor swasta melalui program CSR.
”Kualitas pendidikan ditentukan oleh pengajar dan infrastruktur. Kami akan bersinergi dengan program pemerintah untuk mewujudkan pendidikan gratis dan berkualitas,” tegas Jazuli.
Senada dengan Jazuli, Ketua Majelis Amanah PB Mathla’ul Anwar, Embay Mulya Syarief, menekankan bahwa pendidikan tidak boleh dipandang sebagai biaya, melainkan investasi jangka panjang.
”Pendidikan adalah investasi pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Bicara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tanpa pendidikan itu omong kosong. Mathla’ul Anwar sudah berkomitmen menjalankan tugas ini jauh sebelum Indonesia merdeka,” kata Embay.
Selain pendidikan, bidang dakwah menjadi perhatian serius bagi kepengurusan periode ini. Embay Mulya Syarief menyoroti fenomena dakwah yang kerap disalahgunakan untuk mencaci maki atau mengganggu ketenangan masyarakat.
Untuk merespons hal tersebut, PB Mathla’ul Anwar berencana menyusun kode etik dakwah Menciptakan suasana dakwah yang sejuk dan menenangkan, nasehat baik memberikan pelatihan tanpa rasa marah atau kebencian, dakwah bil hal memperkuat aksi nyata melalui kegiatan sosial sebagai bentuk dakwah yang konkret.
”Kegiatan sosial adalah dakwah bil hal (perbuatan nyata). Ini tantangannya lebih berat dari sekedar dakwah ceramah, dan inilah yang akan terus kita dorong ke depan,” tutup Embay.
Dalam kesempatan tersebut Pengurus Besar Mathla’ul Anwar juga menyerahkan bantuan rekonstruksi Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar di Citepuseun Cihara Lebak Banten, berkolaborasi dengan PLN.
Editor Siti Anisatusshalihah