Serang, Bantentv.com – Tim Penjaminan Mutu Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang melalui gerakan Gemas Libas (Gerakan Bersama Sekolah Lingkungan Bersih dan Asri).
Program ini dinilai sebagai langkah konkret dalam pembentukan karakter anak didik sejak dini.
Ketua Tim Penjaminan Mutu Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten, Edi Sutanto, menyatakan bahwa gerakan ini sejalan dengan kebijakan nasional yang sedang dicanangkan pemerintah pusat.
Baca Juga: Wujudkan Kota Serang Bersih Budi – Agis, Ahmad Nuri Luncurkan Gerakan GEMAS LIBAS di Hardiknas 2026
”Gerakan Gemas Libas ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Harus kita apresiasi dan dukung karena mendorong pembentukan karakter anak untuk peduli lingkungan dan cinta kebersihan,” ujar Edi di SMP Negeri 1 Kota Serang, Sabtu 2 Mei 2026.
Edi menambahkan, nilai-nilai kepedulian lingkungan yang ditanamkan melalui program ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang melekat pada diri siswa hingga mereka dewasa.
Ia juga menyebut langkah Dindikbud Kota Serang ini merupakan implementasi nyata dari Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan yang asri di Indonesia.
”Luar biasa gerakan yang dilakukan oleh Pak Kadis (Dindikbud Kota Serang) dalam menjalankan kebijakan nasional, terutama Arahan Pak Presiden kita agar kita semua menjadikan lingkungan kita lingkungan yang asri,” tambahnya.
Agar program Gemas Libas tidak hanya menjadi gerakan sesaat, Edi tekanan pentingnya pengawalan yang konsisten. Ia menyarankan adanya pembentukan tim khusus yang bertugas memantau program di setiap ketinggian.
”Yang terpenting adalah harus ada pembentukan tim yang mengawal ini. Tadi Pak Kadis sudah menceritakan bahwa dia akan membentuk tim, baik ditingkat Dinas maupun di tingkat satuan pendidikan,” jelas Edi.
Dengan adanya tim pengawal di tingkat dinas hingga sekolah, diharapkan kontinuitas dan keinginan program Gema Slibas dapat terjaga dalam jangka panjang.
”Sehingga nanti kontinuitas program ini bisa terus terjaga,” jelasnya.
Editor Siti Anisatusshalihah