Bantentv.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kondisi ketenagakerjaan Indonesia per Februari 2026 melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Secara umum, terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja disertai penurunan jumlah penurunan.
Jumlah kerja angkatan tercatat mencapai 154,91 juta orang atau bertambah sekitar 1,86 juta orang dibandingkan Februari 2025.
Namun demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) berada di angka 70,56 persen, sedikit menurun sebesar 0,04 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.
BPS mencatat jumlah kemiskinan di Indonesia per Februari 2026 sebanyak 7,24 juta orang. Angka kemiskinan ini mengalami penurunan sekitar 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025.
Jika dilihat dari persentasenya, jumlah kemiskinan tersebut setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,68 persen. Angka ini turun 0,08 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan kemiskinan terjadi secara merata, baik pada laki-laki maupun perempuan, serta di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Meski demikian, angka kemiskinan tetap menjadi indikator penting dalam melihat sejauh mana pasar kerja mampu menyerap kerja angkatan kerja secara optimal.
Baca Juga: Industri Sawah Luhur Harapan Baru Tekan Pengangguran Kota Serang pada tahun 2027
Adapun jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Angka ini meningkat sekitar 1,89 juta orang dibandingkan Februari 2025.
Jika lebih lanjut, komposisi penduduk bekerja terdiri dari 98,59 juta orang pekerja penuh, 38,35 juta orang pekerja paruh waktu, serta 10,73 juta orang yang tergolong setengah kolesterol.
Dilihat dari lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Sektor ini menampung sekitar 42,49 juta orang atau setara 28,78 persen dari total penduduk bekerja.
Dominasi sektor ini menunjukkan bahwa struktur ketenagakerjaan Indonesia masih bertumpu pada sektor primer. Di sisi lain, hal ini juga mencerminkan pentingnya transformasi ekonomi untuk memperluas peluang kerja di sektor lain yang lebih produktif.
Selain jumlah tenaga kerja dan pengangguran, BPS juga mencatat rata-rata upah buruh pada Februari 2026 sebesar Rp3,29 juta. Angka ini menjadi salah satu indikator untuk melihat kesejahteraan pekerja di tengah kondisi pasar tenaga kerja saat ini.
Meskipun tingkat kemiskinan mengalami penurunan, tantangan ketenagakerjaan masih tetap ada.
Tidak hanya menekan angka kemiskinan, tetapi juga meningkatkan kualitas pekerjaan, memperluas kesempatan kerja, serta memastikan pendapatan yang layak bagi pekerja.
Editor Siti Anisatusshalihah