Serang, Bantentvcom – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Serang melakukan kunjungan Pembinaan Wilayah (Binwil) di Kelurahan Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang pada Selasa 5 Mei 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk membahas langsung implementasi 10 Program Pokok PKK serta melihat potensi pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Dalam kunjungan tersebut, tim PKK Kota Serang yang diketuai Arfina Rustandi meninjau sejumlah titik mulai dari PAUD Al-Huda di Lingkungan Cigoong, Posyandu, hingga melihat kreativitas para lansia di Lingkungan Cirungge yang kreatif membuat perabot rumah tangga dari anyaman bambu.
Baca Juga: Pergerakan Tanah Rusak Empat Rumah Warga di Desa Cigoong Utara
Ketua TP PKK Kota Serang, Arfina Rustandi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kemandirian warga Kelurahan Cigoong, teutama terhadap kaum ibu rumah tangga.
Ia menyoroti bagaimana kaum perempuan dan lansia di wilayah tersebut mampu menciptakan peluang ekonomi dari waktu luang mereka.
”Tadi kita sudah melihat lansianya sangat produktif. Mereka membuat anyaman bambu seperti bakul, tampah, hingga kipas. Ada juga lansianya yang bisa memainkan alat musik qosidah. Ada juga ibu-ibu di PAUD yang sambil menunggu anak sekolah, mereka membuat kreasi buket jajan dan buket uang,terus juga ada Puskesmas, ada ibu hamil. Mereka sudah mempunyai, menjalankan 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal)”, ujar Arfinah Rustandi.
Baca Juga: Walikota Perintahkan Satpol PP Segel Peternakan Ayam di Cigoong
Hal senada disampaikan oleh wakil ketua TP PKK Anissa Nur Agis Aulia. Ia menilai pemberdayaan masyarakat di Cigoong sudah berjalan cukup bagus dan sangat menyentuh aspek ekonomi keluarga.
Anissa Nur Agis Aulia, menyatakan kekagumannya terhadap aktivitas produktif warga di beberapa titik observasi. Mulai dari ibu-ibu wali murid PAUD yang kreatif membuat buket, hingga kelompok lansia yang masih aktif memproduksi bambu anyaman.
”Pemberdayaan masyarakatnya cukup bagus, terutama pemberdayaan. Saya sangat mengapresiasi kegiatan lansia yang membuat anyaman bambu untuk dijual. Ini adalah kegiatan positif yang menjadi sumber pendapatan ekonomi mereka,” ujar Anissa.
Anissa menjelaskan bahwa seluruh potensi yang ada di Kelurahan Cigoong telah disimpan ke dalam kelompok kerja (Pokja) PKK untuk memudahkan pelatihan dan penilaian dalam kriteria bina wilayah tingkat provinsi.
“Kalau yang Lansia masuk di Pokja 1, lalu yang UMKM ada di Pokja 2, UP2K ya. Lalu yang bank sampah ada di Pokja 3, dan yang tadi kita di Posyandu itu masuk ke Pokja 4”, ucap Anissa.
Baca Juga: Multiqraft, Usaha Buket Bunga Asal Serang yang Kian Diminati Pelanggan Hingga Luar Daerah
Salah satu yang mencuri perhatian adalah kelompok ibu-ibu di PAUD Al-Huda, lingkungan Cigoong. Dipandu oleh Ibu Mela, sebanyak 20 wali murid aktif memproduksi buket cantik yang dipasarkan secara berani. Inisiatif ini bermula dari dorongan Kepala Sekolah PAUD Al-Huda, Ibu Eha.
”Buat nambah-nambah penghasilan sambil nunggu anak sekolah. Harganya mulai dari Rp25 ribu untuk buket snack dan Rp35 ribu untuk buket uang. Kalau lagi ramai pesanan, omzetnya bisa mencapai Rp200 ribu per hari,” ungkap Mela.
Selain kerajinan tangan, TP PKK juga mengulas produk unggulan UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) di Cigoong yang meliputi produk olahan pangan seperti roti, tahu, tempe, keripik, hingga manisan.
Baca Juga: PKK Kota Serang Sambangi IRT di Cigoong, Dorong Perbaikan Rumah Tak Layak Huni
Tim Penggerak PKK Kota Serang menekankan bahwa kedepannya, PKK akan fokus membantu dari bidang pemasaran agar produk-produk lokal Cigoong bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa pelayanan dasar seperti 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk ibu hamil dan kesehatan masyarakat sudah berjalan dengan baik.
”Harapannya masyarakat semakin kompak dan kerja sama semakin baik, sehingga taraf hidup masyarakat Cigoong meningkat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi,” tutup Anissa diakhir kunjungan.
Editor : Erina Faiha