Palembang, rakyatpembaruan.com-
Bukan sekadar program magang biasa, Universitas Sriwijaya (UNSRI) justru menempa calon tenaga profesional dengan cara berbeda. Selama 10 hari penuh, peserta digembleng secara mental, fisik, hingga karakter untuk siap menghadapi kerasnya dunia industri. Inilah program Bintalsik yang disiapkan khusus bagi calon peserta OIP dan GIP PT Tanjung Enim Lestari.
Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Badan Pengelola Usaha (BPU) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Mental dan Fisik (Bintalsik) bagi 19 calon Operator Internship Program (OIP) dan Graduate Internship Program (GIP) PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper. Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 4 hingga 13 Mei 2026, bertempat di Kampus UNSRI Palembang.
Manajer Pendidikan dan Pelatihan BPU UNSRI, Ir. Sarino, MSCE selaku Ketua Pelaksana melaporkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan kerjasama antara PT Tel Pulp and Paper dan Badan Pengelola Usaha UNSRI. Bintalsik ini dirancang untuk membekali para peserta dengan kesiapan mental, kedisiplinan, serta kemampuan fisik yang prima sebelum memasuki dunia kerja profesional. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan soft skill seperti komunikasi, integritas, hingga manajemen emosi di lingkungan kerja.
“Kegiatan ini bertujuan membentuk pribadi yang memiliki ketangguhan tubuh, fisik prima sekaligus karakter, moral, dan kedisiplinan yang kuat, mental stabil, beretika, komunikatif, kerja tim dan profesional dalam menjalankan tugas maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menerangkan selama pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dari narasumber yang kompeten di bidangnya. Beberapa narasumber dalam kegiatan ini antara lain, Fadhliina Rozzaqyah, S.Pd., M.Pd, Yola Eka Putri, M.Pd., Kons., Dr. Yosef, MA, Sigit Dwi Sucipto, S.Pd., M.Pd., Siti Khosiyah, S.Psi., M.Psi., Dr. Alrefi, M.Pd., Dr. Ema Yudiani, S.Psi., M.Si., Psikolog, dan Minarsi, M.Pd., Kons. Kegiatan ini juga melibatkan pelatih dari Sriwijaya Binsik yang dipimpin Kapten Arhanud Chandra, bersama tim pelatih lainnya.
Materi yang diberikan meliputi program pengenalan dan komitmen pelatihan, praktik profesional dan growth mindset, integritas dan etika kerja, kolaborasi tim, kesiapan fisik, komunikasi asertif, hingga pengelolaan stres dan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance).
Selain sesi kelas, kegiatan ini juga dipadukan dengan berbagai latihan fisik seperti basic fitness, sirkuit pelatihan, latihan ketahanan, hingga aktivitas tantangan tim yang dilakukan secara terstruktur setiap harinya. Hal ini bertujuan untuk membentuk ketahanan fisik sekaligus membangun kerja sama tim yang solid.
Sementara itu, Prof. Zulkifli Dahlan, M.Si., DEA dalam Berbagainya menyampaikan pentingnya pelatihan tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga spiritual, moral, dan sosial. Ia juga menyampaikan bahwa peserta perlu mengembangkan disiplin, kejujuran, serta kemampuan beradaptasi dan toleransi dalam lingkungan kerja yang beragam.
“Jadi di sini nanti akan dilatih bagaimana berdisiplin dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari dan juga dalam lingkungan kerja. Selain aspek kognitif dan keterampilan, pelatihan akhlak dan moral menjadi fondasi penting agar peserta mampu menjadi pribadi yang profesional dan berintegritas,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Prof Zulkifli juga memberikan apresiasi kepada PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper yang telah mempercayakan kepada BPU UNSRI untuk melaksanakan kegiatan ini.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Senin (4/5/2026) oleh M. Soleh Al Hakim selaku HR Management Manager PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper. Dalam Berbagainya ia menyampaikan bahwa program Bintalsik bukan bertujuan untuk menghukum, melainkan membentuk mental, fisik, dan pola pikir peserta sesuai kebutuhan dunia kerja.
Ia juga mendorong peserta untuk fokus selama pelatihan dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bekal kehidupan ke depan. “Fokus selama 10 hari, belajar dari para pemimpin, belajar dari tim, dari tim Bintalsik, belajar dari tim psikologi, serap ilmunya, praktekan dalam hidup. Saya yakin kalau ini ilmunya diambil dan diterapkan itu bisa jadi sebuah pegangan hidup.
Kami ingin menciptakan pemimpin, kalau jadi manajer, insyaallah semua orang bisa. Tapi kalau jadi pemimpin, belum tentu. Kalau kata Mahatma Gandhi, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menciptakan pemimpin berikutnya. Kami tidak ingin menciptakan generasi yang manja, tapi kami ingin menciptakan pemimpin. Kalau kalian mau jadi leader, Ikuti proses ini dengan serius, karena ini bisa menjadi modal penting dalam perjalanan karir kalian,” tegasnya.(Ara_Humas)