Bantentv.com – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, menyatakan kemunduran diri dari partai. Pernyataan tersebut disampaikan melalui konferensi pers di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Ade Armando memutuskan mundur setelah dilaporkan oleh 40 organisasi masyarakat (ormas) ke pihak kepolisian atas dugaan penodaan agama.
“Melalui konferensi pers ini, saya menyatakan kemunduran diri dari PSI. Tidak ada konflik antara saya dengan PSI, tetapi saya mundur demi kebaikan bersama,” ujar Ade Armando.
Baca Juga: PSI Mulai Buka Penjaringan Pilgub Banten, Mencari Sosok Anti Korupsi
Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil karena adanya pihak-pihak yang mendukung isu tersebut dan mengorkestrasi serangan terhadap PSI.
Ade menegaskan, pernyataan yang disampaikannya merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak berkaitan dengan sikap politik partai.
“Seandainya yang menjadi sasaran hanya saya, saya tidak keberatan. Saya akan menerima jika dipanggil polisi. Namun, ada kelompok yang sengaja mengorkestrasi ini untuk juga menyerang dan menghancurkan PSI, dan saya tidak menerimanya,” ujarnya.
Baca Juga: Jelang Pelantikan, Andra Soni Kunjungi DPW PSI Banten
Ia juga menambahkan, konten yang disampaikannya melalui kanal Cokro TV dibuat secara mandiri tanpa sepengetahuan atau Arahan dari PSI.
“PSI bahkan tidak tahu bahwa saya membuat video tersebut. Kritik yang saya sampaikan tidak pernah saya konsultasikan ke pimpinan PSI, itu sepenuhnya merupakan kerja jurnalistik saya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menyatakan bahwa telah menerima beasiswa diri Ade Armando.
“Kami telah berdiskusi dengan Bang Ade terkait kondisi terkini. Beliau menyatakan kemunduran diri sebagai kader dan DPP PSI menerima keputusan tersebut. Sejak kemarin malam pukul 19.00 WIB, yang bersangkutan bukan lagi kader PSI,” ujar Ahmad Ali.
Baca Juga: PSI Banten Targetkan Kenaikan 200 Persen Kursi di Pileg 2029
Ia menambahkan, PSI menghargai keputusan tersebut sebagai bentuk kebebasan yang dikemukakannya. Meski demikian, partai mengaku kehilangan sosok penting selama ini memberikan kontribusi besar.
“Ini tentu menjadi kehilangan besar bagi kami. Kami kehilangan seorang pemikir yang selama ini menjadi mitra diskusi dan pengawas moral di internal partai,” tutupnya.
Editor : Erina Faiha