Bantentv.com – Indonesia kembali menorehkan prestasi di sektor pariwisata internasional. Dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026, Indonesia berhasil menempati posisi kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year atau Destinasi Ramah Muslim Terbaik Dunia.
Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada pemeringkatan GMTI 2025, Indonesia berada di peringkat kelima, sementara pada tahun ini berhasil melesat tiga tingkat sekaligus.
Indonesia Naik Tiga Peringkat
Mewakili Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menerima penghargaan tersebut dalam acara yang digelar di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis, 18 Juni 2026.
“Pada pemeringkatan tahun ini, Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima pada tahun 2025,” kata Bayu Aji saat menerima penghargaan.
Ia menyampaikan apresiasinya kepada CrescentRating dan Mastercard sebagai penyelenggara GMTI 2026. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin kompetitif sebagai destinasi wisata ramah muslim di tingkat global.
“Atas nama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, saya menyampaikan penghargaan kepada CrescentRating dan Mastercard atas penyelenggaraan GMTI 2026. Indonesia berhasil meraih peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year, meningkat dari posisi kelima pada tahun lalu,” ujarnya.
Penilaian Berdasarkan Empat Aspek Utama
Pemeringkatan GMTI dilakukan menggunakan kerangka ACES (Access, Communication, Environment, and Services) yang mencakup 17 indikator penilaian.
Pada aspek MengaksesPenilaiannya meliputi kemudahan akses menuju destinasi, kebijakan visa, hingga kualitas infrastruktur transportasi.
Sementara aspek Komunikasi menilai kemampuan bahasa, promosi destinasi, serta tingkat pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kebutuhan wisatawan muslim.
Baca Juga: Seru Banten Festival 2026 Jadi Ajang Promosi Wisata dan Ekonomi Kreatif
Kemudian pada aspek Lingkunganindikator yang diukur mencakup keamanan, kenyamanan, kehadiran lingkungan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Dari segi aspek Layanan fokus pada ketersediaan layanan yang mendukung wisatawan muslim, seperti masjid atau tempat ibadah, pilihan makanan halal, fasilitas ramah muslim di bandara, hingga akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim.
Selain itu, pengalaman wisata berbasis budaya dan warisan Islam juga menjadi bagian dari penilaian dalam kategori layanan.
Raih Skor Tertinggi Sepanjang Keikutsertaan
Secara keseluruhan, Indonesia memperoleh skor 79 dalam GMTI 2026. Angka tersebut menjadi skor tertinggi yang pernah diraih Indonesia sejak mengikuti pemeringkatan tersebut.
Berbagai program yang dijalankan Kementerian Pariwisata turut berkontribusi terhadap peningkatan tersebut.
Diantaranya adalah penguatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di desa wisata, pengembangan 15 destinasi pariwisata ramah muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 bersama Bank Indonesia, serta promosi destinasi melalui platform Indonesia.travel.
Selain itu, pemerintah juga menyusun pedoman layanan dasar dan petunjuk teknis pengembangan destinasi wisata ramah muslim guna meningkatkan kualitas pelayanan di berbagai daerah.
Optimis Menjadi Nomor Satu
Melihat tren peningkatan yang terus terjadi, Bayu Aji optimistis Indonesia mampu meraih posisi lebih tinggi pada pemeringkatan tahun mendatang.
“Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai ‘Muslim-Friendly Destination of The Year’ di tahun depan,” kata Bayu Aji.
Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan destinasi yang nyaman, aman, dan ramah bagi wisatawan muslim dari berbagai negara.
Editor Siti Anisatusshalihah