Bantentv.com – Empat film Indonesia juga meramaikan ajang The 28th Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026 yang berlangsung di Shanghai, China, pada 20 hingga 23 Juni 2026.
Keempat film tersebut yakni Jumbo, Yuni, Garuda di Dadaku, dan Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang atau My Own Last Supper (MOLS).
Dari sejumlah film yang ditayangkan, My Own Last Supper karya sutradara Ismail Basbeth berhasil masuk nominasi Main Competition Golden Goblet Award, salah satu kategori paling bergengsi dalam festival tersebut.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan perkembangan positif industri perfilman Indonesia yang semakin mendapat pengakuan di kancah internasional.
“Perfilman Indonesia tengah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dengan karya-karya yang semakin diakui di tingkat internasional,” ujar Bambang yang dikutip Antara.
Baca Juga: Old Shanghai Jakarta Timur Wisata Kuliner Ala Tionghoa
Film My Own Last Supper sendiri telah menayangkan pemutaran untuk penonton global di Shanghai pada 16 Juni 2026.
Sementara itu, film Garuda di Dadaku karya sutradara Ronny Gani juga berhasil masuk nominasi Golden Goblet Award untuk kategori animasi.
Tak hanya itu, sineas Indonesia Kamila Andini dipercaya menjadi salah satu juri Golden Goblet Award kategori Asian New Talent.
Baca Juga: Kasino Mana yang Menawarkan Pembayaran Lebih Cepat dan Mengurangi Batas Penarikan: Kingdom atau Betti
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai, Berlianto Situngkir, menilai kehadiran film Indonesia di festival internasional menjadi sarana penting untuk memperkenalkan budaya sekaligus memperluas peluang kerja sama industri kreatif.
“Film memiliki kekuatan untuk membangun koneksi lintas budaya, memperkenalkan identitas bangsa, dan membuka peluang ekonomi baru melalui industri kreatif,” ujarnya.
Pemutaran film My Own Last Supper yang digelar oleh KJRI Shanghai bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, Matta Cinema, dan Ruang Basbeth Bercerita menampilkan 188 penonton dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, diplomat, akademisi, pelaku industri film, jurnalis internasional, hingga diaspora Indonesia di Shanghai.
Baca Juga: The Last of Us, Serial Amerika yang Booming di Indonesia
Sebelum pemutaran film, para penonton juga mengikuti sesi diskusi bersama sutradara, produser, dan pemeran utama film tersebut.
Menurut Bambang, kehadiran My Own Last Supper di SIFF 2026 membuktikan bahwa cerita lokal Indonesia mampu diterima dan mendapat perhatian audiens global.
Selain pemutaran film, Indonesia juga menggelar acara Indonesia Film Talk dalam rangkaian SIFF Market pada 21 Juni 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan sutradara dan produser My Own Last Supper untuk memperkenalkan perkembangan industri perfilman Indonesia ke pasar internasional.
Kehadiran film-film Indonesia di festival megah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar, membuka peluang kolaborasi internasional, serta meningkatkan daya saing industri perfilman nasional di tingkat global.
Editor : Erina Faiha